BP3MI Sulawesi Tengah Jajaki Kolaborasi dengan BSI untuk Pemberdayaan Purna PMI

 



Palu, KemenP2MI (09/01) — Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah menggelar pertemuan bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Palu Plaza guna membahas rencana kolaborasi dalam program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (09/01/2025) di Cafe Inaku, Kota Palu ini dihadiri langsung oleh Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, dan Kepala BSI KCP Palu Plaza, Maman Firmansyah.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyinergikan peran BP3MI dan BSI dalam mendukung purna PMI agar mampu mandiri secara ekonomi setelah kembali ke daerah asal. Kolaborasi yang dibahas mencakup dukungan akses permodalan, literasi keuangan syariah, serta pendampingan usaha produktif bagi purna PMI di Sulawesi Tengah.

Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, menyampaikan bahwa kerja sama lintas sektor sangat penting dalam memastikan keberlanjutan kesejahteraan purna PMI. “Kami berharap kolaborasi ini dapat membuka peluang bagi purna PMI untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan taraf hidup mereka melalui dukungan perbankan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BSI KCP Palu Plaza, Maman Firmansyah, menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Ia menegaskan komitmen BSI untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat, termasuk purna PMI, melalui layanan dan produk keuangan syariah yang sesuai dengan kebutuhan mereka.



“BSI siap mendukung program pemberdayaan purna Pekerja Migran Indonesia melalui akses layanan keuangan syariah, pendampingan usaha, serta peningkatan literasi keuangan. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak nyata bagi kemandirian ekonomi purna PMI di Sulawesi Tengah,” ujar Maman Firmansyah

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, BP3MI Sulawesi Tengah dan BSI KCP Palu Plaza berencana menyusun langkah konkret kerja sama yang akan dituangkan dalam program pemberdayaan berkelanjutan bagi purna PMI. Diharapkan, sinergi ini dapat menjadi model kolaborasi strategis dalam mendukung kemandirian ekonomi purna Pekerja Migran Indonesia serta mendorong pembangunan ekonomi daerah di Sulawesi Tengah.

**Humas BP3MI Sulawesi Tengah





Komentar