BP3MI Sulawesi Tengah Fasilitasi Pemulangan Pekerja Migran Indonesia korban TPPO di Malaysia

 


Palu, KemenP2MI (12/03) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah memfasilitasi pemulangan seorang Pekerja Migran Indonesia bernama Nur Fadilah, asal Desa Sabo, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, pada Kamis (12/03/2026). Pekerja Migran Indonesia tersebut merupakan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang tergoda bekerja di Malaysia lewat info.Sebelumnya, ia dijanjikan bekerja di rumah makan namun setelah tiba di Malaysia justrudipekerjakan di rumah bordil. Akhirnya ia kabur dan meminta perlindungan Polisi Malaysia.Setelah melalui proses hukum singkat yang dikoordinasikan BP3MI Sulawesi Tengah.

PMI dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta dan kemudian pemulanganke Kota Palu difasilitasi BP3MI Banten. Pekerja Migran Indonesia tiba di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu padapukul 09.50 WITA menggunakan pesawat Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU 254. Setibanya di Palu, Nur Fadilah langsung dijemput oleh Tim Pelindungan BP3MI SulawesiTengah dan dibawa ke kantor BP3MI Sulawesi Tengah untuk proses pendataan sertakoordinasi lanjutan sebelum dipulangkan ke daerah asalnya.

Tim Pelindungan BP3MI Sulawesi Tengah, Maxmillian Lolong, menjelaskan bahwa fasilitasipemulangan Pekerja Migran Indonesia merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikanpelindungan kepada pekerja migran Indonesia, khususnya saat mereka kembali ke tanahair. “BP3MI Sulawesi Tengah berupaya memastikan setiap Pekerja Migran Indonesia yang kembali ke tanah airdapat difasilitasi dengan baik hingga tiba di daerah asalnya dengan aman. Koordinasidengan berbagai pihak menjadi kunci dalam memastikan proses pemulangan berjalanlancar,” ujar Maxmillian. Selanjutnya, BP3MI Sulawesi Tengah melakukan serah terima Pekerja Migran Indonesia kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Darmawati untuk melanjutkan proses fasilitasi pemulangan menuju daerah asal. Setelah proses tersebut, Pekerja Migran Indonesia melanjutkan perjalanan menuju Ampana menggunakan agen bus Togean Indah.

Tim Pelindungan BP3MI Sulawesi Tengah lainnya, Dolvie Tri Bagus Arafah, menambahkan bahwa sinergi antarinstansi sangat penting dalam memastikan pelayanan pemulangan Pekerja Migran Indonesia berjalan efektif. “Kami terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah agar Pekerja Migran Indonesia yang kembali dari luar negeri mendapatkan pendampingan hingga sampai ke daerah asalnya dengan selamat,” kata Dolvie.

Sementara itu, perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah, Darmawati, menyampaikan bahwa pihaknya turut memfasilitasi keberangkatan Pekerja Migran Indonesia menuju Kabupaten Tojo Una-Una hingga tiba di terminal tujuan. “Setelah proses serah terima dari BP3MI Sulawesi Tengah, kami memfasilitasi perjalanan lanjutan Pekerja Migran Indonesia menuju Ampana. Setibanya di Terminal Ampana, yang bersangkutan akan dijemput oleh pihak keluarga bersama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tojo Una-Una,” jelas Darmawati.

Dengan adanya fasilitasi pemulangan ini, diharapkan Pekerja Migran Indonesia dapat kembali berkumpul dengan keluarga di daerah asalnya dengan aman dan mendapatkan pendampingan dari pemerintah daerah setempat,**(Humas/BP3MI Sulawesi Tengah).

Komentar