Gandeng OJK dan BPJS Ketenagakerjaan, BP3MI Sulawesi Tengah Edukasi Mahasiswa tentang Migrasi Aman

 


Palu, KemenP2MI (12/5) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah terus memperkuat edukasi bagi generasi muda terkait peluang kerja luar negeri yang aman dan legal. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri, Migrasi Aman, dan Literasi Keuangan yang digelar bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah dan BPJS Ketenagakerjaan di STIKes Bala Keselamatan (BK) Palu, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, beserta jajaran, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Bonny Hadi Putra beserta tim, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Tengah, Syamsu Alam, Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Pemberdayaan Alumni STIKes Bala Keselamatan Palu, Ida Yanhriatuti, serta mahasiswa STIKes BK Palu sebagai peserta sosialisasi.

Sosialisasi dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Pemberdayaan Alumni STIKes Bala Keselamatan Palu, Ida Yanhriatuti. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan terkait peluang karier di tingkat global, khususnya di bidang kesehatan.

“Bekerja di luar negeri bukan hanya soal peluang ekonomi, tetapi juga kesiapan mental, pemahaman prosedur yang benar, serta kemampuan mengelola keuangan secara bijak. Karena itu, edukasi terkait migrasi aman dan literasi keuangan sangat penting bagi mahasiswa,” ujarnya.

Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, dalam sambutannya memperkenalkan layanan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia sebagai bentuk penguatan akses informasi dan pelindungan bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri secara prosedural.

“Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses informasi resmi terkait peluang kerja luar negeri, konsultasi penempatan, hingga layanan pengaduan. Kami ingin masyarakat Sulawesi Tengah tidak lagi mudah terjebak praktik penempatan non-prosedural maupun tindak pidana perdagangan orang,” kata Mustaqim.

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menyebarkan informasi yang benar mengenai migrasi aman.

“Jangan berhenti pada diri sendiri. Sebarkan informasi ini kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitar sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mencegah praktik ilegal yang merugikan calon Pekerja Migran Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Bonny Hadi Putra, mengapresiasi kolaborasi yang terus terjalin bersama BP3MI Sulawesi Tengah dalam memberikan edukasi kepada mahasiswa.

“Kami mendukung penuh upaya peningkatan literasi keuangan bagi calon Pekerja Migran Indonesia. Penghasilan yang diperoleh dari luar negeri harus dapat dikelola secara bijak untuk masa depan, bukan justru habis karena investasi bodong atau pinjaman online ilegal,” ujar Bonny.

Pada sesi materi inti, pemateri dari BP3MI Sulawesi Tengah, Maxmillian A.Y. Lolong, memaparkan pentingnya tata kelola pelindungan Pekerja Migran Indonesia di era globalisasi serta kesiapan calon pekerja migran melalui konsep “4 Siap”, yakni siap fisik dan mental, siap dokumen, siap bahasa dan budaya, serta siap kompetensi.

“Peluang tenaga kesehatan di luar negeri saat ini sangat besar. Namun peluang tersebut harus dibarengi dengan kompetensi dan pemahaman prosedur penempatan yang legal agar para calon Pekerja Migran Indonesia terlindungi sejak awal proses,” jelas Maxmillian.

Materi berikutnya disampaikan oleh Endang Dwi Lestari Muris dari OJK Sulawesi Tengah terkait literasi keuangan bagi calon Pekerja Migran Indonesia. Ia menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang disiplin sejak awal bekerja.

“Kami mendorong calon Pekerja Migran Indonesia untuk memiliki kebiasaan menabung minimal 10 persen dari penghasilan dan memastikan cicilan tidak melebihi 30 persen pendapatan. Literasi keuangan menjadi kunci agar hasil bekerja di luar negeri benar-benar meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ungkap Endang.

Selanjutnya, Syamsu Alam dari BPJS Ketenagakerjaan menjelaskan berbagai bentuk perlindungan yang diberikan kepada Pekerja Migran Indonesia melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT) mulai dari pra hingga purna penempatan.

“BPJS Ketenagakerjaan hadir memberikan perlindungan menyeluruh bagi Pekerja Migran Indonesia dengan manfaat yang terus meningkat. Saat ini terdapat 21 manfaat perlindungan, mulai dari biaya pengobatan, bantuan pemulangan, kompensasi pemutusan hubungan kerja, hingga beasiswa pendidikan bagi anak peserta,” terang Syamsu Alam.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara mahasiswa dan para narasumber. Para peserta tampak antusias menggali informasi terkait peluang kerja luar negeri, prosedur migrasi aman, pengelolaan keuangan, hingga perlindungan sosial bagi Pekerja Migran Indonesia.

Melalui kegiatan ini, BP3MI Sulawesi Tengah berharap mahasiswa, khususnya di bidang kesehatan, dapat memanfaatkan peluang kerja global secara aman, legal, dan terencana, sekaligus menjadi agen edukasi migrasi aman di lingkungan masyarakat. **(Humas?BP3MI Sulawesi Tengah)

Komentar