Palu, KP2MI (9/6) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui kolaborasi program dan penguatan sinergi antarinstansi di Ruang Rapat Roemah Balkot, Palu, Selasa (9/6/2026).
Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, menyampaikan bahwa penguatan pelindungan Pekerja Migran Indonesia memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi yang terbangun melalui rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar terkait prosedur bekerja ke luar negeri secara aman dan legal.
"Pelindungan Pekerja Migran Indonesia tidak hanya dilakukan saat pekerja berada di negara penempatan, tetapi harus dimulai sejak tahap sosialisasi, edukasi, dan persiapan keberangkatan. Karena itu, kolaborasi yang kuat antara BP3MI dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk mencegah terjadinya penempatan nonprosedural serta meningkatkan kualitas pelindungan Pekerja Migran Indonesia asal Sulawesi Tengah," ujarnya.
Mustaqim menambahkan bahwa Program SMK Go Global merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi muda yang kompeten dan siap bersaing di tingkat internasional.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah, Muh. Syahrul Syam, menegaskan bahwa pihaknya siap memperkuat koordinasi dan kolaborasi bersama BP3MI Sulawesi Tengah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat serta memperluas akses informasi mengenai peluang kerja luar negeri yang legal dan terlindungi.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk mendukung implementasi Gerakan Nasional Migran Aman (GNMA) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya migrasi yang aman dan prosedural.
"Kami mendukung penuh implementasi GNMA karena program ini sangat penting dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai tata cara bekerja ke luar negeri yang aman. Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, kami berharap masyarakat semakin terlindungi dan memiliki akses yang lebih luas terhadap peluang kerja yang berkualitas," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua instansi sepakat memperkuat koordinasi dalam penyebarluasan informasi dan edukasi kepada masyarakat, penguatan peran pemerintah daerah, serta peningkatan pengawasan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Sulawesi Tengah.
Selain penguatan pelindungan Pekerja Migran Indonesia, kedua instansi juga sepakat berkolaborasi dalam pelaksanaan Program SMK Go Global. Program ini diharapkan dapat memperluas akses informasi dan peluang kerja luar negeri bagi peserta didik pendidikan vokasi sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia Sulawesi Tengah di pasar kerja global.
Melalui hasil rapat koordinasi ini, BP3MI Sulawesi Tengah dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung terwujudnya tata kelola pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang optimal di Sulawesi Tengah.
Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Kesempatan Kerja, dan Transmigrasi (P5TK), serta jajaran staf Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah. **(Humas BP3MI Sulawesi Tengah)
Komentar
Posting Komentar