Palu, KemenP2MI (12/06) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas akses peluang kerja luar negeri bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Upaya tersebut diwujudkan melalui audiensi dan koordinasi dengan Universitas Tadulako yang dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Tadulako, Amar, bersama jajaran pimpinan universitas di Ruang Rektorat Universitas Tadulako, Palu, Kamis (11/6).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya penguatan kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia melalui peningkatan kompetensi generasi muda, fasilitasi pelaksanaan ujian Bahasa Jepang Japan Foundation Test for Basic Japanese (JFT-Basic), implementasi Program SMK Go Global, pengembangan program magang ke Jepang, serta rencana pembentukan Migrant Center di Universitas Tadulako.
Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, menyampaikan bahwa pembentukan Migrant Center merupakan langkah konkret untuk menghadirkan layanan informasi dan peningkatan kapasitas bagi masyarakat yang berminat bekerja maupun mengembangkan karier di luar negeri secara aman dan prosedural.
“Pembentukan Migrant Center di Universitas Tadulako merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pusat layanan yang terintegrasi bagi masyarakat dan generasi muda Sulawesi Tengah. Melalui Migrant Center, calon pekerja migran dapat memperoleh informasi yang benar, pelatihan kompetensi, pembinaan bahasa, hingga pendampingan untuk mengakses peluang kerja internasional secara aman dan prosedural,” ujar Mustaqim.
Dalam kesempatan tersebut, BP3MI Sulawesi Tengah juga menyampaikan rencana pelaksanaan ujian Bahasa Jepang JFT-Basic di Kota Palu. Selama ini, masyarakat Sulawesi Tengah yang akan mengikuti ujian sertifikasi bahasa Jepang harus melakukan perjalanan ke Manado. Kehadiran lokasi ujian di Palu diharapkan dapat memangkas biaya dan waktu, sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap peluang kerja dan program magang di Jepang.
“Jika ujian JFT-Basic dapat dilaksanakan di Palu, masyarakat Sulawesi Tengah akan memperoleh akses yang lebih mudah terhadap sertifikasi bahasa Jepang. Ini akan menjadi terobosan penting dalam mendukung peningkatan daya saing tenaga kerja daerah sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja dan magang ke Jepang,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Tadulako, Amar, menyatakan komitmennya untuk mendukung berbagai program kolaborasi yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa maupun masyarakat Sulawesi Tengah.
“Universitas Tadulako menyambut baik penguatan kerja sama ini. Kami memiliki fasilitas laboratorium bahasa dan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelatihan maupun pelaksanaan ujian bahasa Jepang. Selain itu, pembentukan Migrant Center sejalan dengan komitmen universitas dalam meningkatkan kapasitas lulusan agar mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat global,” ungkap Amar.
Melalui Unit Penunjang Akademik (UPA) Bahasa, Universitas Tadulako menyatakan kesiapan mendukung penyelenggaraan pelatihan dan ujian bahasa Jepang dengan memanfaatkan fasilitas laboratorium bahasa yang tersedia. Namun demikian, pelaksanaan ujian JFT-Basic tetap memerlukan koordinasi lanjutan dengan Japan Foundation untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, termasuk laboratorium komputer, jaringan internet, serta fasilitas pendukung lainnya.
Selain itu, kedua pihak juga membahas dukungan terhadap implementasi Program SMK Go Global sebagai upaya memperluas akses lulusan SMK terhadap peluang kerja dan magang internasional. Program tersebut diharapkan menjadi jembatan bagi generasi muda Sulawesi Tengah untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing di pasar kerja global.
Audiensi ini menghasilkan kesepahaman untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pembentukan Migrant Center, penyelenggaraan pelatihan bahasa asing, pelaksanaan ujian JFT-Basic di Kota Palu, pengembangan program magang ke Jepang, serta dukungan terhadap implementasi Program SMK Go Global.
Ke depan, BP3MI Sulawesi Tengah dan Universitas Tadulako sepakat melanjutkan koordinasi teknis guna memastikan kesiapan fasilitas, penyusunan program kerja, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Japan Foundation dan mitra terkait lainnya. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan sumber daya manusia Sulawesi Tengah yang kompeten, berdaya saing global, serta siap memanfaatkan peluang kerja internasional secara aman dan bermartabat. ***(Humas BP3MI Sulawesi Tengah)
Komentar
Posting Komentar