BP3MI Sulawesi Tengah Gencarkan Sosialisasi Migran Aman di Kayumalue Ngapa, Dorong Warga Berangkat Secara Prosedural
Palu, KP2MI (17/6) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah melakukan audiensi dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tengah, pada Senin (15/6/2026) di kantor BPMP Provinsi Sulawesi Tengah.
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala BP3MI Sulawesi Tengah Mustaqim bersama Tim Penempatan dan Kelembagaan BP3MI Sulawesi Tengah. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BPMP Provinsi Sulawesi Tengah Muhammad Anis didampingi Kepala Subbagian Umum BPMP, Diana.
Audiensi tersebut membahas pelaksanaan Program SMK Go Global yang menjadi salah satu upaya strategis untuk memperluas akses dan peluang kerja luar negeri bagi lulusan pendidikan vokasi.
Dalam kesempatan itu, Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, menyampaikan program yang didorong oleh Kementerian Pendidikan bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), yakni pendidikan SMK empat tahun yang dirancang sebagai masa persiapan khusus menuju dunia kerja internasional.
Selain itu, kedua pihak mendiskusikan peluang kolaborasi dalam penyelenggaraan pelatihan dan peningkatan kompetensi bagi peserta didik maupun lulusan SMK agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.
Mustaqim juga menegaskan bahwa penguatan kolaborasi dengan sektor pendidikan menjadi langkah penting dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang siap bersaing di pasar internasional.
“Program SMK Go Global merupakan salah satu strategi untuk mempersiapkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja luar negeri. Karena itu, sinergi dengan lembaga pendidikan sangat diperlukan agar proses penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dapat dilakukan sejak dini,” ujar Mustaqim.
Sementara itu, Kepala BPMP Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Anis, menjelaskan bahwa secara teknis pembinaan SMK berada pada jalur pendidikan vokasi. Namun, secara kelembagaan SMK masih menjadi bagian dari ruang lingkup pendidikan menengah yang masuk dalam objek penjaminan mutu BPMP.
“Tujuan koordinasi ini tetap relevan karena sasaran Program SMK Go Global tidak hanya alumni SMK, tetapi juga masyarakat umum, termasuk lulusan SMA. Oleh karena itu, BPMP siap mengaitkan program BP3MI Sulawesi Tengah dengan program-program yang kami miliki agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak calon tenaga kerja,” terang Muhammad.
Melalui pertemuan tersebut, BP3MI Sulawesi Tengah dan BPMP Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dan mengintegrasikan berbagai program yang mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda Sulawesi Tengah untuk mengakses kesempatan kerja internasional secara aman, terampil, dan profesional. **(Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)
Komentar
Posting Komentar