Palu, KP2MI (9/6) - Komitmen memperluas akses peluang kerja luar negeri bagi lulusan pendidikan vokasi terus diperkuat melalui Program SMK Go Global. Hal itu terlihat dalam kegiatan Rapat Pendampingan Persiapan Supply SMK Go Global yang diikuti oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah secara daring melalui Zoom Meeting di Kantor BP3MI Sulawesi Tengah, Senin (8/6/2026).
Rapat yang diinisiasi oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) tersebut dibuka oleh Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri KP2MI, Dwi Setiawan. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen KP2MI untuk mengoptimalkan peluang kerja luar negeri melalui Program SMK Go Global yang diselaraskan dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
Selanjutnya, Direktur Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia, Lia Parisiana, memaparkan target pelaksanaan peningkatan kapasitas Pekerja Migran Indonesia tahun 2026. Pada kesempatan tersebut, sejumlah BP3MI dari berbagai daerah juga diberikan ruang untuk menyampaikan perkembangan implementasi Program SMK Go Global di wilayah masing-masing.
Di kesempatan yang sama, Direktur Pemetaan Pasar Kerja Luar Negeri KP2MI, Devriel Sogia, mengingatkan seluruh BP3MI agar fokus pada sektor dan jabatan yang sesuai dengan potensi daerah masing-masing sehingga program dapat berjalan lebih tepat sasaran serta mampu menjawab kebutuhan pasar kerja luar negeri.
Pada forum tersebut, Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, memaparkan berbagai langkah penguatan implementasi Program SMK Go Global yang telah dilakukan sejak program tersebut diluncurkan pada akhir tahun 2025. Hingga saat ini, BP3MI Sulawesi Tengah telah melaksanakan 45 kegiatan glorifikasi dan sosialisasi serta melakukan koordinasi dengan 35 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala.
Upaya tersebut menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data survei peminatan kerja luar negeri yang dihimpun BP3MI Sulawesi Tengah, tercatat lebih dari 1.771 siswa dan lulusan vokasi menyatakan minat untuk bekerja di luar negeri. Dari jumlah tersebut, Korea Selatan menjadi negara tujuan paling diminati dengan 772 peminat atau 43 persen, disusul Jepang sebanyak 735 peminat atau 41 persen. Sementara itu, Jerman diminati oleh 167 orang atau 9 persen, dan negara tujuan lainnya sebanyak 97 orang atau 6 persen.
Dalam paparannya, Mustaqim juga memperkenalkan SAPA VOKASI, salah satu inovasi unggulan BP3MI Sulawesi Tengah yang berfungsi sebagai jembatan sosialisasi dan penyebarluasan informasi peluang kerja luar negeri bagi peserta didik dan lulusan lembaga pendidikan vokasi.
“Melalui inovasi SAPA VOKASI, kami berupaya mendekatkan informasi peluang kerja luar negeri kepada siswa dan lulusan SMK secara lebih terstruktur. Tingginya angka peminat menunjukkan bahwa generasi muda Sulawesi Tengah memiliki antusiasme besar untuk berkarier di luar negeri,” ujar Mustaqim.
Ia berharap adanya pendampingan yang lebih masif dari direktorat terkait, khususnya dalam pengelolaan data peminat SMK Go Global, sehingga dapat memperkuat kelembagaan BP3MI dan memastikan pelatihan yang diberikan benar-benar selaras dengan kebutuhan serta peluang kerja yang tersedia.
Melalui rapat pendampingan ini, BP3MI Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan KP2MI, dunia pendidikan vokasi, serta para pemangku kepentingan lainnya guna mempersiapkan calon Pekerja Migran Indonesia yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di pasar kerja global. **(Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)
Komentar
Posting Komentar