Palu, KP2MI (14/7) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah melaksanakan kunjungan koordinasi ke SMK Negeri 7 Palu. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membahas kesiapan Pelatihan Peningkatan Kapasitas bagi Alumni SMK melalui Program SMK Go Global pada, Senin (13/7/2026).
Hal ini merupakan tindak lanjut hasil rapat bersama Direktur Jenderal Penempatan, Pelindungan, dan Kerja Sama Luar Negeri (P3KLN) terkait alokasi pelatihan Anak Buah Kapal (ABK) kepada BP3MI Sulawesi Tengah.
Hasil koordinasi menunjukkan SMK Negeri 7 Palu memiliki kapasitas, pengalaman, serta sarana dan prasarana yang memadai untuk menjadi penyelenggara pelatihan. Kepala Sekolah bersama Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung pelaksanaan program tersebut, termasuk pelaksanaan dua paket pelatihan dengan dukungan fasilitas pembelajaran, sarana praktik, dan asrama yang mampu menampung hingga 100 peserta.
Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, menyampaikan bahwa Program SMK Go Global merupakan langkah strategis pemerintah dalam mempersiapkan lulusan SMK agar mampu bersaing di pasar kerja internasional melalui jalur yang aman dan prosedural.
"SMK Negeri 7 Palu memiliki potensi besar sebagai pusat pelatihan kemaritiman di Sulawesi Tengah, didukung fasilitas dan pengalaman diklat yang memadai. Kami berharap pelatihan ini dapat menghasilkan calon ABK yang kompeten dan siap bekerja di luar negeri secara prosedural serta terlindungi," ujarnya.
Sebagai sekolah vokasi kemaritiman unggulan, SMK Negeri 7 Palu dikenal menerapkan pembinaan karakter dan kedisiplinan semi-militer melalui kerja sama dengan Lanal Palu. Sekolah juga menyelenggarakan Basic Safety Training (BST), Sertifikasi Kecakapan Kepelautan (SKK) 60 Mil, Uji Kompetensi Keahlian (UKK), serta pelatihan kedisiplinan dan kesamaptaan untuk mempersiapkan lulusan memasuki dunia kerja.
Peningkatan kompetensi turut didukung melalui kerja sama dengan Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tengah dalam penyelenggaraan diklat profesi kemaritiman sesuai standar industri.
Kepala SMK Negeri 7 Palu, Sunarto, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan BP3MI Sulawesi Tengah kepada sekolahnya untuk menjadi penyelenggara pelatihan.
"Kami siap mendukung Program SMK Go Global dari sisi tenaga pengajar, fasilitas pembelajaran, sarana praktik, dan asrama. Pengalaman dalam pendidikan dan pelatihan kemaritiman menjadi bekal untuk menghasilkan peserta sesuai kebutuhan industri. Kami juga berkomitmen mengupayakan penempatan kerja bagi peserta melalui jejaring kemitraan dengan perusahaan dan pengguna di luar negeri," ungkap Sunarto.
Berdasarkan data pihak sekolah, alumni SMK Negeri 7 Palu telah banyak berkarier di Jepang, Korea Selatan, serta bekerja sebagai nakhoda maupun kru kapal niaga lintas negara. Penyerapan lulusan didominasi oleh kompetensi Nautika Kapal Niaga (NKN), Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI), dan Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHP), dengan jumlah alumni yang bekerja di luar negeri terus meningkat setiap tahun.
Melalui koordinasi tersebut, SMK Negeri 7 Palu ditetapkan sebagai penyelenggara Pelatihan Peningkatan Kapasitas Program SMK Go Global dengan alokasi dua paket pelatihan ABK bagi 40 peserta. Pelatihan akan dipusatkan di SMK Negeri 7 Palu dengan dukungan fasilitas pembelajaran, sarana praktik, dan asrama.
Sinergi antara BP3MI Sulawesi Tengah dan SMK Negeri 7 Palu diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia sektor kemaritiman yang unggul, berdaya saing global, dan siap mengisi kebutuhan tenaga kerja internasional melalui jalur yang legal, aman, dan terlindungi. **(Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)
Komentar
Posting Komentar