Palu, KP2MI (09/07) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah melaksanakan Rapat Sosialisasi Teknis Pengisian Sistem e-Vokasi di Tanaris Coffee, pada Kamis 09/07/2026. Kegiatan ini menjadi langkah penguatan pemanfaatan sistem dalam mendukung pengelolaan data, pemetaan kebutuhan pelatihan, serta penguatan kemitraan lembaga vokasi untuk pelaksanaan Program SMK Go Global.
Rapat dihadiri Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, beserta Tim Penempatan dan Kelembagaan BP3MI Sulawesi Tengah. Turut hadir perwakilan Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Palu, yaitu Arfiani, Neni Rakhmawati, Hendra, dan San Festus L serta Fajrin Indriani selaku Wakil Kepala SMK Negeri 2 Palu sekaligus Ketua Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) Provinsi Sulawesi Tengah dan Mahdalena, selaku Kepala SMKN 1 Dondo Kabupaten Tolitoli.
Dalam arahannya, Mustaqim menyampaikan bahwa pelaksanaan Program Peningkatan Kapasitas diprioritaskan melalui lembaga pemerintah yang memiliki kapasitas sebagai penyelenggara pelatihan. Oleh karena itu, lembaga yang akan terlibat perlu memenuhi persyaratan administrasi, termasuk terdaftar pada SISKOP2MI dan Sistem e-Vokasi.
“e-Vokasi bukan hanya instrumen administrasi, tetapi menjadi dasar bagi kita untuk memastikan data lembaga, kebutuhan pelatihan, dan calon peserta dapat dipetakan secara akurat. Dengan data yang baik, pelaksanaan pelatihan dapat lebih tepat sasaran dan benar-benar menyiapkan calon pekerja migran yang kompeten,” ujar Mustaqim.
Ia juga menjelaskan bahwa KP2MI telah menyediakan contoh kurikulum sebagai acuan bagi penyelenggara pelatihan. Adapun penyusunan kurikulum dapat disesuaikan oleh masing-masing lembaga penyelenggara berdasarkan standar kompetensi dan kebutuhan pelatihan yang akan dilaksanakan.
Berdasarkan hasil survei peminatan yang dilakukan BP3MI Sulawesi Tengah, tersedia alokasi 10 paket pelatihan dengan kapasitas 20 peserta pada setiap paket, atau total sebanyak 200 peserta. Data calon peserta selanjutnya akan dikelompokkan berdasarkan jenis pelatihan untuk mendukung efektivitas dan kesesuaian pelaksanaan program.
Kebutuhan pelatihan yang terpetakan meliputi Awak Kapal Perikanan (ABK) sebanyak satu paket atau 20 peserta, Bahasa Jepang sebanyak empat paket atau 80 peserta, caregiver sebanyak tiga paket atau 60 peserta, hospitality sebanyak dua paket atau 40 peserta, serta Bahasa Inggris sebanyak satu paket atau 20 peserta. Selain itu, pelatihan manufaktur atau welder juga direncanakan sebagai kelas alternatif dengan memanfaatkan kuota pelatihan Bahasa Jepang apabila memungkinkan.
Melalui hasil koordinasi, Satpel PVP Palu disepakati menjadi penyelenggara pelatihan welder sebanyak satu paket dengan kapasitas 20 peserta serta pelatihan Bahasa Jepang sebanyak dua paket dengan kapasitas 40 peserta. Sementara itu, Ketua FBKK Provinsi Sulawesi Tengah bersama Tim Penempatan dan Kelembagaan BP3MI Sulawesi Tengah akan menyiapkan serta mengelompokkan calon peserta berdasarkan jenis pelatihan yang diminati.
Perwakilan Satpel PVP Palu, Arfiani menyambut baik sinergi tersebut dan menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan pelatihan. “Kami siap berkolaborasi dalam penyelenggaraan pelatihan, khususnya untuk bidang welder dan Bahasa Jepang. Kolaborasi ini penting agar peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja, termasuk peluang kerja di luar negeri,” ujar Arfiani
Senada dengan itu, Fajrin Indriani menilai pemetaan peserta melalui sistem e-Vokasi akan membantu Forum BKK dan sekolah dalam mengarahkan lulusan sesuai minat serta kompetensinya. “Data yang terkelola dengan baik akan memudahkan kami melakukan pendampingan kepada calon peserta. Harapannya, lulusan SMK dapat memperoleh akses pelatihan yang sesuai dan semakin siap bersaing di dunia kerja global,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi penguatan kolaborasi antara BP3MI Sulawesi Tengah, lembaga pelatihan pemerintah, sekolah vokasi, dan Forum BKK dalam menciptakan calon pekerja migran Indonesia yang kompeten, terampil, serta siap menempuh jalur penempatan yang aman dan prosedural.**(Humas BP3MI Sulawei Tengah)
Komentar
Posting Komentar