BP3MI Sulteng Dorong SMKN 7 Palu Jadi Pusat Pengembangan Kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia ABK berbasis SMK
Palu, KP2MI (16/7) - Komitmen memperkuat ekosistem pendidikan vokasi menuju pasar kerja global terus diperkuat oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah melalui Program SMK Go Global. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui koordinasi bersama SMK Negeri 7 Palu dalam rangka persiapan pelaksanaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas bagi alumni SMK yang di selenggarakan di ruang Rapat Kantor BP3MI Sulawesi Tengah, pada Rabu (15/7/2026).
Kepala SMK Negeri 7 Palu, Sunarto, bersama Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Negeri 7 Palu, Jaya Rahman, melakukan kunjungan koordinasi ke Kantor BP3MI Sulawesi Tengah dan diterima langsung oleh Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, didampingi Tim Penempatan dan Kelembagaan BP3MI Sulawesi Tengah.
Dalam pertemuan tersebut dibahas kesiapan pelaksanaan Program SMK Go Global melalui sistem e-Vokasi KP2MI, mulai dari mekanisme penyelenggaraan pelatihan peningkatan kapasitas, kesiapan sarana dan prasarana, hingga kesiapan peserta pelatihan yang akan mengikuti program.
SMK Negeri 7 Palu menyampaikan bahwa sekolah tersebut memiliki rekam jejak dalam menyiapkan lulusan untuk bekerja di luar negeri terutama sektor Awak Kapal Perikanan (ABK). Hingga saat ini, tercatat sekitar 400 alumni SMK Negeri 7 Palu telah bekerja di luar negeri, khususnya pada sektor kemaritiman sebagai ABK.
Capaian tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan Program SMK Go Global, khususnya dalam membangun jalur penempatan pekerja migran Indonesia yang kompeten, profesional, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, menyampaikan apresiasi terhadap capaian SMK Negeri 7 Palu yang telah berhasil mengantarkan banyak alumninya memasuki pasar kerja internasional.
"Dengan kompetensi yang dimiliki serta pengalaman penempatan alumni ke luar negeri, SMK Negeri 7 Palu memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai Center Migran tingkat SMK. Hal ini tidak hanya memperkuat branding sekolah, tetapi juga menjadi contoh bahwa pendidikan vokasi mampu menjadi pintu masuk bagi generasi muda Sulawesi Tengah untuk berkarier secara global melalui jalur yang aman dan prosedural," ujar Mustaqim.
Lebih lanjut, BP3MI Sulawesi Tengah mendorong SMK Negeri 7 Palu untuk memperkuat koordinasi dengan Dinas Pendidikan agar mendapatkan pengakuan sebagai SMK penyelenggara pelatihan ABK. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi sekolah sebagai lembaga vokasi yang mampu menghasilkan tenaga kerja maritim sesuai kebutuhan industri internasional.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 7 Palu, Sunarto, menyampaikan komitmen pihak sekolah untuk terus mendukung Program SMK Go Global melalui peningkatan kualitas lulusan dan penguatan kerja sama dengan BP3MI Sulawesi Tengah.
"SMK Negeri 7 Palu memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi alumni agar mampu bersaing di tingkat global. Dengan dukungan BP3MI Sulawesi Tengah, kami berharap semakin banyak alumni yang dapat memperoleh kesempatan kerja ke luar negeri melalui proses yang resmi, aman, dan sesuai ketentuan," terang Sunarto.
Melalui sinergi antara BP3MI Sulawesi Tengah dan SMK Negeri 7 Palu, diharapkan lahir model kolaborasi pendidikan vokasi dan penempatan pekerja migran yang mampu menciptakan lulusan kompeten, memiliki daya saing global, serta memahami pentingnya migrasi aman dan prosedural.
Program SMK Go Global menjadi salah satu upaya strategis dalam membangun keterhubungan antara dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja internasional, sekaligus memperluas peluang generasi muda Indonesia untuk berkarier di tingkat global.**(Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)
Komentar
Posting Komentar