Palu, KP2MI (3/7) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah melaksanakan Sosialisasi Teknis Pengisian Sistem e-Vokasi sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan data, pemetaan potensi, serta penguatan kemitraan lembaga vokasi untuk mendukung pelaksanaan Program SMK Go Global, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan dihadiri oleh perwakilan perguruan tinggi, sekolah menengah kejuruan, lembaga pelatihan, serta mitra vokasi di Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya, Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim menyampaikan bahwa Sistem e-Vokasi merupakan ekosistem awal yang mengintegrasikan data lembaga vokasi di seluruh Indonesia sebagai instrumen penting untuk memetakan kesiapan lembaga pendidikan dan pelatihan dalam menyiapkan calon pekerja migran Indonesia yang kompeten, terampil, dan siap bersaing di pasar kerja internasional.

“Program SMK Go Global merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menyiapkan 300.000 lulusan SMK untuk bekerja di luar negeri pada tahun 2026. Sulawesi Tengah memperoleh alokasi 10 paket pelatihan dengan masing-masing paket berjumlah 20 peserta. Karena itu, kami membutuhkan dukungan lembaga pendidikan dan pelatihan sebagai mitra untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja global,” ujar Mustaqim.

Sosialisasi teknis disampaikan oleh Ketua Tim Penempatan dan Kelembagaan BP3MI Sulawesi Tengah, Alberth Imanuel Tangdialla. Materi yang dipaparkan mencakup mekanisme registrasi akun, pengisian profil lembaga, pembaruan data kompetensi, hingga tata cara pemanfaatan Sistem e-Vokasi.

Dalam kesempatan tersebut, Alberth menegaskan bahwa setiap lembaga yang ingin terlibat dalam program perlu melakukan registrasi dan melengkapi data sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Fajrin Indriani selaku Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Palu sekaligus Ketua Forum Bursa Kerja Khusus Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa sekolah telah melakukan pendataan minat siswa dan alumni, dengan bidang manufaktur, hospitality, serta caregiver sebagai sektor yang paling diminati.

“Pendataan minat di sekolah sangat penting agar program pelatihan benar-benar menjawab kebutuhan peserta. Kami melihat minat yang cukup besar pada bidang manufaktur, hospitality, dan caregiver. Kami siap mendukung penyebaran informasi melalui jaringan BKK dan sekolah-sekolah agar peluang ini dapat diakses lebih luas oleh lulusan SMK di Sulawesi Tengah,” kata Fajrin.

Menanggapi hal tersebut, Mustaqim menjelaskan bahwa pelatihan dalam Program SMK Go Global akan difokuskan pada penguatan kompetensi dasar sesuai kebutuhan masing-masing lembaga dan peserta. Sementara itu, proses sertifikasi memiliki mekanisme tersendiri yang akan disesuaikan dengan standar kompetensi serta ketentuan lembaga sertifikasi terkait.

Dukungan kolaborasi juga disampaikan oleh Kepala Unit Pengembangan Kompetensi SDM Kesehatan Poltekkes Kemenkes Palu, Adhyanti. Ia menyampaikan bahwa Poltekkes Kemenkes Palu sebelumnya telah melaksanakan pelatihan caregiver dan siap berkolaborasi dalam pengembangan kompetensi calon pekerja migran Indonesia melalui program pelatihan ke depan.

Melalui kegiatan ini, BP3MI Sulawesi Tengah berharap Sistem e-Vokasi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh lembaga pendidikan dan pelatihan di daerah. Penguatan data dan kemitraan tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, memperluas akses peluang kerja luar negeri secara prosedural, serta mendukung keberhasilan Program SMK Go Global di Sulawesi Tengah. **(Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)

Komentar