Siapkan Pekerja Migran Indonesia Profesional, BP3MI Sulteng Gandeng Bapelkes Bangun Ekosistem Vokasi Global
Palu, KP2MI (16/7) - Dalam rangka memperkuat ekosistem pelatihan vokasi dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia yang siap bersaing di pasar kerja global, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah melakukan koordinasi strategis bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Sulawesi Tengah, pada Rabu (15/7/2026).
Koordinasi tersebut menjadi langkah awal penjajakan kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan Program SMK Go Global serta pengembangan pelatihan peningkatan kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), khususnya pada sektor kesehatan yang memiliki peluang besar dalam pasar kerja internasional.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, menyampaikan pengenalan kelembagaan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) beserta tugas dan fungsi BP3MI Sulawesi Tengah dalam memberikan pelayanan penempatan dan pelindungan bagi pekerja migran Indonesia.
Selain itu, Kepala BP3MI Sulawesi Tengah menjelaskan berbagai program prioritas kementerian, termasuk Program SMK Go Global yang bertujuan membangun keterhubungan antara dunia pendidikan vokasi, lembaga pelatihan, dan kebutuhan pasar kerja luar negeri sehingga lulusan vokasi khususnya SMK memiliki kompetensi berdaya saing global, kesiapan, serta pemahaman mengenai migrasi aman.
Dalam kesempatan yang sama, UPT Bapelkes Sulawesi Tengah memaparkan profil kelembagaan sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang telah memperoleh Akreditasi A (Paripurna). Bapelkes juga menyampaikan berbagai capaian dalam penyelenggaraan pelatihan teknis kesehatan, pengembangan layanan digital melalui SIMPEL Bapelkes, serta komitmen dalam penerapan Reformasi Birokrasi dan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Kepala UPT Bapelkes Sulawesi Tengah, Eriwahyuningtias, menyampaikan bahwa lembaganya memiliki berbagai fasilitas pendukung pelatihan yang representatif, mulai dari auditorium, ruang pelatihan, asrama peserta, ruang makan, sarana olahraga, fasilitas pendukung kegiatan, hingga transportasi operasional yang dapat menunjang pelaksanaan pelatihan secara optimal.
Selain dukungan sarana dan prasarana, Bapelkes Sulawesi Tengah juga memiliki tenaga pelatih yang kompeten, termasuk Master of Trainer (MOT) dan Training of Trainer (TOT), serta pengalaman dalam penyelenggaraan pelatihan hingga sertifikasi kompetensi bidang kesehatan, termasuk kompetensi Careworker/Caregiver yang menjadi salah satu sektor potensial bagi penempatan pekerja migran Indonesia ke luar negeri.
Melalui koordinasi tersebut, BP3MI Sulawesi Tengah juga mendorong UPT Bapelkes Sulawesi Tengah untuk bergabung sebagai lembaga vokasi dalam platform e-Vokasi KP2MI sebagai bagian dari penguatan basis data, pemetaan lembaga pelatihan, serta pembangunan ekosistem vokasi yang mendukung kesiapan calon pekerja migran Indonesia.
Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan lembaga vokasi yang memiliki kualitas dan fasilitas memadai merupakan langkah penting dalam menciptakan pekerja migran Indonesia yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri global.
"Pekerja migran Indonesia yang berdaya saing harus dipersiapkan sejak awal melalui pelatihan yang berkualitas. Sinergi dengan lembaga vokasi seperti Bapelkes Sulawesi Tengah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem penyiapan calon pekerja migran Indonesia yang profesional, kompeten, dan terlindungi," ujar Mustaqim.
Sementara itu, Kepala UPT. Bapelkes Dinkes Provinsi Sulteng, Eriwahyuningtias, menyambut baik penjajakan kerja sama tersebut dan menyampaikan kesiapan untuk mendukung penguatan kapasitas calon pekerja migran Indonesia melalui pemanfaatan fasilitas, tenaga pelatih, serta pengalaman penyelenggaraan pelatihan kompetensi kesehatan.
Melalui sinergi antara BP3MI Sulawesi Tengah dan UPT Bapelkes Sulawesi Tengah, diharapkan dapat terwujud kolaborasi berkelanjutan dalam menghasilkan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten, profesional, dan mampu bersaing dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja global.**(Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)
Komentar
Posting Komentar