BP3MI Sulawesi Tengah dan Dinas Pendidikan Perkuat Sinergi SMK Go Global, 1.770 Siswa Siap Dipetakan Menuju Peluang Kerja Internasional
Palu, KP2MI (19/6) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah terus memperkuat langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global melalui Program SMK Go Global. Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, pada Jumat (19/6/2026).
Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza, didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Zamzauni, Kepala Bidang Pembinaan SMK Edy Alkas, Kepala Bidang Pembinaan SMA Moh. Ibrahim, Kepala Cabang Dinas Wilayah I Christi Arya, serta Pejabat Fungsional PTP Uriani Hasa.
Dalam kesempatan tersebut, BP3MI Sulawesi Tengah memaparkan perkembangan pelaksanaan Program SMK Go Global yang hingga saat ini telah melakukan pendataan awal terhadap siswa SMK yang berminat bekerja di luar negeri.
Hasil inventarisasi sementara menunjukkan sebanyak 1.770 siswa telah menyatakan minat untuk mengikuti program tersebut. Data tersebut selanjutnya akan diverifikasi dan dipetakan berdasarkan kompetensi, minat jabatan, serta negara tujuan penempatan sebagai dasar penyusunan pelatihan yang lebih tepat sasaran.
Sebagai tindak lanjut dari pendataan tersebut, BP3MI Sulawesi Tengah merencanakan penyelenggaraan Kelas XIII, yaitu program pembekalan bagi lulusan SMK yang difokuskan pada peningkatan kemampuan bahasa asing, penguatan kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional, serta pembentukan karakter dan kesiapan kerja.
Kehadiran Kelas XIII diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia industri global sehingga proses penempatan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri dapat berlangsung secara optimal.
Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, menyampaikan bahwa Program SMK Go Global merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi muda Sulawesi Tengah yang mampu bersaing di tingkat internasional.
"Program SMK Go Global merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi muda Sulawesi Tengah yang memiliki kompetensi internasional. Kami tidak hanya ingin membuka peluang kerja di luar negeri, tetapi juga memastikan setiap lulusan berangkat secara prosedural, memiliki keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, serta memperoleh pelindungan yang optimal sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke tanah air," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penempatan BP3MI Sulawesi Tengah, Alberth, menyampaikan bahwa tingginya minat siswa menjadi indikator positif terhadap peluang pengembangan program di Sulawesi Tengah.
"Pendataan awal menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi, dengan 1.770 siswa menyatakan minat mengikuti Program SMK Go Global. Tahap berikutnya adalah melakukan verifikasi data dan pemetaan minat berdasarkan jabatan maupun negara tujuan agar pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional," jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BP3MI Sulawesi Tengah dalam memperluas kesempatan kerja bagi lulusan SMK melalui jalur yang legal dan terlindungi.
"Kami menyambut baik Program SMK Go Global karena memberikan perspektif baru bagi lulusan SMK untuk memperoleh kesempatan kerja yang lebih luas. Dinas Pendidikan siap mendukung melalui penguatan koordinasi, penyediaan data lulusan, serta pelaksanaan sosialisasi di seluruh SMK agar program ini dapat berjalan optimal dan selaras dengan Program Berani Cerdas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah," ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua instansi juga menyepakati pembentukan Tim Kerja Bersama sebagai wadah koordinasi percepatan implementasi Program SMK Go Global. Tim ini akan berperan dalam sinkronisasi data lulusan SMK, penyusunan strategi sosialisasi, pemetaan calon peserta, hingga penyelarasan kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem penyiapan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang lebih terintegrasi, mulai dari satuan pendidikan, pemerintah daerah, hingga BP3MI sebagai pelaksana layanan penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia. Sinergi ini menjadi penting mengingat keberhasilan penempatan PMI tidak hanya ditentukan oleh proses rekrutmen, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak masih berada di bangku pendidikan.
Lebih jauh, penguatan Program SMK Go Global juga sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Program Berani Cerdas, khususnya pada agenda Pelatihan Vokasi Siap Kerja bagi Generasi Milenial dan Gen-Z. Keselarasan kedua program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan pendidikan vokasi, mengurangi pengangguran terbuka, memperluas akses terhadap pekerjaan yang layak, serta meningkatkan kontribusi pekerja migran Indonesia terhadap pembangunan ekonomi daerah melalui peningkatan kompetensi dan remitansi yang dihasilkan. **(Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)
Komentar
Posting Komentar