BP3MI Sulawesi Tengah Matangkan Pelaksanaan Pelatihan CPMI 2026, Siapkan 200 Peserta Berdaya Saing Global melalui Program SMK Go Global

 


Palu, KP2MI (30/7) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah terus mematangkan persiapan pelaksanaan Program Peningkatan Kapasitas bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Tahun 2026 melalui Rapat Koordinasi Pemantapan Kesiapan Teknis dan Administratif bersama calon lembaga penyelenggara pelatihan yang dilaksanakan di ruang rapat kantor BP3MI Sulawesi Tengah pada Rabu (29/7/2026).

Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan seluruh pihak dalam mendukung pelaksanaan Program SMK Go Global, khususnya dalam aspek teknis, administrasi, pemenuhan persyaratan sistem e-Vokasi, penyusunan proposal pelaksanaan pelatihan, serta mekanisme penjaringan calon peserta.

Kegiatan dihadiri oleh Ketua Tim Penempatan dan Kelembagaan BP3MI Sulawesi Tengah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Program Peningkatan Kapasitas CPMI, serta Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) dan Person in Charge (PIC) e-Vokasi dari sekolah yang diusulkan sebagai calon lembaga penyelenggara pelatihan.

Dalam rapat tersebut dibahas pemantapan pelaksanaan program yang meliputi kesiapan lembaga penyelenggara, penetapan paket pelatihan, strategi pemetaan kompetensi peserta, hingga penyusunan dokumen pendukung sebagai dasar pelaksanaan kegiatan.

Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, menyampaikan bahwa Program Peningkatan Kapasitas CPMI Tahun 2026 merupakan langkah nyata pemerintah dalam menyiapkan calon pekerja migran yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.

“Program ini bukan hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga memastikan calon pekerja migran memiliki kesiapan secara menyeluruh, baik dari sisi kompetensi teknis, kemampuan bahasa, maupun pemahaman budaya negara tujuan. Karena itu, kesiapan lembaga penyelenggara menjadi faktor penting agar pelatihan yang diberikan benar-benar berkualitas dan sesuai kebutuhan dunia kerja global,” ujar Mustaqim.

Ia menambahkan bahwa seluruh proses pelaksanaan program akan dilakukan secara terukur dan sesuai ketentuan pemerintah pusat, termasuk melalui pemanfaatan sistem e-Vokasi sebagai instrumen pendataan, verifikasi, dan pemantauan pelaksanaan pelatihan.

“Melalui sistem e-Vokasi, kita ingin memastikan seluruh proses berjalan transparan, mulai dari kesiapan lembaga, data peserta, hingga pelaksanaan pelatihan. Harapannya, lulusan program ini menjadi CPMI yang kompeten, profesional, dan mampu bersaing di tingkat internasional,” tambahnya.

Berdasarkan hasil pemetaan BP3MI Sulawesi Tengah, rencana pelaksanaan pelatihan akan mencakup beberapa sektor yang memiliki peluang penempatan kerja luar negeri, yaitu pelatihan Awak Buah Kapal (ABK), Hospitality (Housekeeping), Manufaktur (Welder), dan Caregiver.

Pelatihan ABK direncanakan dilaksanakan oleh SMK Negeri 7 sebanyak dua paket dengan kuota 40 peserta. Pelatihan Hospitality (Housekeeping) akan dilaksanakan oleh SMK Negeri 1 Palu dan SMK Pariwisata Parigi masing-masing satu paket dengan total 40 peserta. Sementara itu, pelatihan Manufaktur (Welder) direncanakan dilaksanakan oleh SMK Negeri 3 sebanyak dua paket dengan kuota 40 peserta.

Selain itu, sektor Caregiver menjadi salah satu bidang prioritas dengan rencana pelaksanaan sebanyak empat paket melalui kerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Palu sebanyak tiga paket dan SMK Negeri 4 Palu sebanyak satu paket, dengan total kuota 80 peserta.

Seluruh paket pelatihan tersebut akan menggunakan skema bundling, yaitu penggabungan pelatihan kompetensi teknis dengan pelatihan bahasa asing sesuai negara tujuan penempatan. Skema ini dirancang agar peserta tidak hanya memiliki keterampilan kerja, tetapi juga kemampuan komunikasi yang menjadi salah satu persyaratan penting dalam dunia kerja internasional.

Perwakilan calon lembaga penyelenggara menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung peningkatan kualitas CPMI asal Sulawesi Tengah.

Ketua BKK Provinsi Sulawesi Tengah, Fajrin, menyampaikan bahwa keterlibatan sekolah vokasi dalam program ini menjadi peluang besar untuk memperluas akses lulusan SMK terhadap pasar kerja global.

“Program ini memberikan ruang bagi sekolah untuk mengarahkan lulusan agar memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industri luar negeri. Dengan adanya pelatihan teknis dan bahasa dalam satu paket, peserta akan lebih siap menghadapi proses seleksi maupun adaptasi di negara tujuan,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu PIC e-Vokasi dari calon lembaga penyelenggara, Nurzanna, menyampaikan kesiapan pihaknya dalam memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan mendukung proses pelaksanaan melalui sistem yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami siap menyiapkan dokumen pendukung, melakukan pemetaan calon peserta, serta memenuhi persyaratan e-Vokasi agar pelaksanaan pelatihan dapat berjalan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut rapat, seluruh calon lembaga penyelenggara akan segera menyiapkan proposal pelaksanaan pelatihan, melengkapi persyaratan e-Vokasi hingga layer ketiga, serta melakukan identifikasi calon peserta yang memenuhi persyaratan.

BP3MI Sulawesi Tengah juga menegaskan bahwa proses penjaringan peserta secara resmi akan dilaksanakan setelah pelaksanaan kick-off meeting dan penandatanganan kerja sama dengan lembaga penyelenggara.

Melalui sinergi antara BP3MI Sulawesi Tengah, lembaga pendidikan vokasi, dan mitra pelatihan, Program Peningkatan Kapasitas CPMI Tahun 2026 diharapkan mampu mencetak calon pekerja migran Indonesia yang memiliki keterampilan, kompetensi bahasa, serta kesiapan menghadapi persaingan kerja global.* (Humas BP3MI Sulawesi Tengah)

Komentar