Palu, KP2MI (25/6) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah menjadi narasumber dalam Kegiatan Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Batch 2 yang diselenggarakan oleh Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Palu, Rabu (24/6/2026). Kegiatan yang diikuti 112 peserta berusia 17 hingga 52 tahun ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan keterampilan dan pembentukan
karakter kerja yang profesional.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim Ode Musnal, menyampaikan materi bertema “Membangun Integritas sebagai Tenaga Kerja Profesional”. Materi tersebut diberikan sebagai bekal bagi peserta yang mengikuti tujuh program pelatihan vokasi, yaitu Computer Operator Assistant, Menjahit Pakaian dengan Mesin, Junior Makeup Artist, Pembudidayaan Ikan Air Tawar, Pembudidayaan Sayuran Sistem Hidroponik, Peracikan Minuman Kopi (Barista), dan Teknisi AC Residensial. Seluruh program dirancang untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, berdaya saing, serta sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Dalam pemaparannya, Mustaqim menjelaskan bahwa di tengah persaingan kerja yang semakin kompetitif, keterampilan teknis saja tidak cukup untuk menjamin keberhasilan seseorang dalam dunia kerja. Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama yang membangun kepercayaan, reputasi, dan profesionalisme tenaga kerja. Integritas diwujudkan melalui keselarasan antara pikiran, perkataan, dan tindakan yang tercermin dalam kejujuran, tanggung jawab, konsistensi, serta
kepatuhan terhadap aturan dan etika kerja. “Di era persaingan kerja saat ini, kemampuan teknis memang penting, tetapi integritas adalah nilai yang membuat seseorang dipercaya dan dihargai. Integritas harus dibangun melalui sikap jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan konsisten sehingga mampu membentuk tenaga kerja profesional yang dipercaya perusahaan serta dapat menjaga nama baik Indonesia, termasuk di dunia kerja internasional,” tegas Mustaqim.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penerapan integritas di lingkungan kerja dapat diwujudkan melalui sikap jujur meskipun tidak diawasi, menjalankan tugas secara bertanggung jawab, mematuhi kebijakan perusahaan, menjaga kerahasiaan informasi, serta menghindari konflik kepentingan. Untuk memperkuat pemahaman peserta, materi juga dilengkapi dengan pandangan para pakar seperti Stephen R. Covey, Peter F. Drucker, Andreas Harefa, Henry Cloud, serta Butler dan Cantrell yang menegaskan bahwa integritas merupakan kunci keberhasilan individu maupun organisasi dalam jangka panjang.
Melalui kegiatan ini, BP3MI Sulawesi Tengah berharap para peserta tidak hanya memiliki keterampilan teknis yang sesuai kebutuhan industri, tetapi juga karakter dan integritas yang kuat sebagai modal utama memasuki dunia kerja. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber dan seluruh peserta pelatihan.** (Humas/BP3MI Sulawesi Tengah).
Komentar
Posting Komentar