BP3MI Sulawesi Tengah Bekali Lulusan SMK Hadapi Peluang Kerja Global

 


Palu, KP2MI (1/7) – Peluang bekerja di luar negeri bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) semakin terbuka, namun peluang tersebut perlu diiringi dengan kompetensi yang memadai dan penempatan melalui jalur resmi. Komitmen tersebut terus diperkuat Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah melalui kegiatan Edukasi Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia bertema “Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia” di SMK Negeri 2 Palu, Selasa (30/6/2026).

Dalam pemaparannya, Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, menyampaikan arah kebijakan pemerintah di bidang penempatan pekerja migran. Ia menjelaskan bahwa Presiden Republik Indonesia telah memberikan arahan kepada Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia mengenai target penempatan 500.000 Pekerja Migran Indonesia pada 2026, yang terdiri atas 300.000 lulusan SMK dan 200.000 masyarakat umum.

Menurut Mustaqim, target tersebut menjadi momentum besar bagi lulusan SMK untuk menunjukkan kemampuan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tingkat internasional.

“Kesempatan bekerja di luar negeri saat ini semakin terbuka. Presiden telah memberikan target penempatan 500 ribu PMI pada tahun 2026, dengan 300 ribu di antaranya berasal dari lulusan SMK. Ini adalah peluang yang harus dipersiapkan dengan kompetensi, disiplin, serta keberangkatan melalui jalur resmi agar memperoleh pelindungan yang optimal,” tegas Mustaqim.

Ia juga menjelaskan bahwa Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia saat ini memprioritaskan peningkatan kualitas penempatan pada sektor medium hingga high level, memperkuat pendidikan vokasi melalui Program SMK Go Global, serta mendorong terwujudnya Zero Unprocedural sebagai upaya mencegah penempatan pekerja migran secara nonprosedural.

Lebih lanjut, Mustaqim memaparkan materi mengenai Program SMK Go Global, mulai dari tujuan program, Frequently Asked Questions (FAQ), peluang kerja internasional, bidang pelatihan prioritas, tahapan menjadi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), hingga strategi agar mampu bersaing di pasar kerja global.

“Kami ingin lulusan SMK Sulawesi Tengah tidak hanya bekerja di luar negeri, tetapi juga menjadi tenaga kerja profesional yang kompeten, memperoleh penghasilan yang lebih baik, memperluas jejaring internasional, serta menjadi duta bangsa yang membanggakan melalui penempatan yang aman dan prosedural,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) Provinsi Sulawesi Tengah, Fajrin Indriani Rais, menekankan bahwa bekerja di luar negeri merupakan salah satu pilihan karier yang menjanjikan bagi lulusan SMK, selama didukung kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri global.

“Lulusan SMK memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar kerja internasional. Namun, kesiapan kompetensi menjadi faktor utama agar mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang,” ujar Fajrin.

Sementara itu, Darma selaku perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah mengajak para peserta untuk mulai menyusun perencanaan karier sejak dini sebagai bekal menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Perencanaan karier merupakan investasi masa depan. Dengan mengenali potensi diri, meningkatkan kompetensi, dan memilih jalur yang tepat, lulusan SMK akan memiliki daya saing yang lebih tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga dihadiri para guru serta sekitar 90 alumni SMK Negeri 2 Palu. Melalui edukasi ini, BP3MI Sulawesi Tengah berharap semakin banyak lulusan SMK yang memahami peluang kerja internasional, mempersiapkan kompetensi sejak dini, serta memilih jalur penempatan yang aman dan prosedural sehingga mampu menjadi sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global. **(Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)

Komentar