BP3MI Sulteng dan Dinas Pendidikan Perkuat Kesiapan Program SMK Go Global

 


Palu, KP2MI (24/8) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah serta SMK dan lembaga pelaksana menggelar rapat koordinasi di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (21/8/2026).

Rapat tersebut dilaksanakan untuk memantapkan kesiapan pelaksanaan Program Peningkatan Kapasitas bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI)/Pekerja Migran Indonesia Tahun 2026 dalam mendukung Program SMK Go Global.

Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, menegaskan bahwa Program SMK Go Global tidak sekadar berorientasi pada pelaksanaan pelatihan, tetapi juga harus menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan kesiapan untuk memasuki pasar kerja internasional.

“Pelatihan ini bukan hanya tentang bagaimana peserta menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan, tetapi bagaimana kita memastikan mereka keluar dari proses pelatihan dengan kompetensi, disiplin, karakter kerja, kemampuan bahasa, serta kesiapan menghadapi lingkungan kerja di negara tujuan. Karena itu, kesiapan lembaga pelaksana dan komitmen peserta menjadi hal yang sangat penting,” ujar Mustaqim.

Menurutnya, keberhasilan program membutuhkan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat. BP3MI Sulawesi Tengah akan terus melakukan koordinasi, monitoring, dan evaluasi bersama Dinas Pendidikan, SMK, serta lembaga pelaksana untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana.

“Keberhasilan program ini membutuhkan kerja bersama. BP3MI Sulawesi Tengah, Dinas Pendidikan, serta seluruh SMK dan lembaga pelaksana memiliki peran yang saling mendukung. Setiap kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan harus segera dikomunikasikan dan diselesaikan bersama agar tujuan utama kita, yaitu menyiapkan calon pekerja migran yang kompeten, profesional, dan berdaya saing, dapat tercapai,” tambahnya.

Dalam rapat tersebut, seluruh pihak membahas kesiapan berbagai aspek pelaksanaan program, mulai dari instruktur, sarana dan prasarana, kurikulum dan materi pelatihan, jadwal, peserta, hingga administrasi pendukung. Tertib administrasi dan dokumentasi juga menjadi perhatian untuk memastikan pengelolaan data peserta, daftar hadir, jadwal pelatihan, dokumentasi kegiatan, hasil pelatihan, laporan, dan dokumen pertanggungjawaban dilaksanakan sesuai ketentuan.

Monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan pelaksanaan program tetap berjalan sesuai rencana sekaligus mengidentifikasi dan menyelesaikan kendala yang muncul selama pelaksanaan pelatihan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza, menyatakan dukungan terhadap Program SMK Go Global sebagai salah satu langkah untuk memperluas peluang kerja bagi lulusan SMK hingga ke pasar kerja internasional.

“Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah mendukung penuh Program SMK Go Global sebagai salah satu upaya memberdayakan dan memperluas peluang kerja bagi lulusan SMK. Ke depan, orientasi tracer study lulusan SMK tidak lagi hanya melihat sejauh mana lulusan terserap di dunia kerja dalam negeri, tetapi juga bagaimana mereka memperoleh kesempatan untuk bekerja di luar negeri. Ini menjadi peluang yang harus kita persiapkan bersama,” ujar Firmanza.

Menurutnya, perluasan orientasi menuju pasar kerja internasional perlu diikuti dengan penyesuaian program pendidikan terhadap kebutuhan dunia kerja global, termasuk penguatan keterampilan teknis, kemampuan bahasa asing, karakter, dan kesiapan kerja lulusan.

“Selain memiliki kompetensi teknis sesuai bidang keahlian, lulusan SMK juga perlu memiliki kemampuan bahasa, karakter, dan kesiapan kerja yang mendukung mereka untuk bersaing di tingkat global,” tambah Firmanza.

Melalui koordinasi tersebut, seluruh pihak sepakat memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam pelaksanaan Program SMK Go Global. Setiap kendala yang berpotensi menghambat pelaksanaan akan segera dikoordinasikan untuk memperoleh solusi bersama.

Sinergi BP3MI Sulawesi Tengah, Dinas Pendidikan, SMK, dan lembaga pelaksana diharapkan dapat memperkuat kesiapan lulusan SMK dalam menghadapi pasar kerja internasional. Melalui peningkatan kompetensi teknis, penguatan kemampuan bahasa, pembentukan karakter kerja, serta penyiapan proses penempatan yang aman dan sesuai prosedur, Program SMK Go Global diharapkan mampu melahirkan calon pekerja migran yang kompeten, profesional, siap kerja, dan berdaya saing global. **(Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)


Komentar