Palu, KP2MI (28/8) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah terus memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di pasar kerja global.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim Ode Musnal, sebagai narasumber dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sektor Kesehatan Jabatan Caregiver di Poltekkes Kemenkes Palu dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sektor Manufaktur Jabatan Welder di SMK Negeri 3 Palu, Jumat (28/8/2026).
Dalam kedua kegiatan tersebut, Mustaqim menyampaikan materi mengenai tata kelola pelindungan Pekerja Migran Indonesia serta prospek tenaga kerja di pasar kerja global. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai prosedur bekerja ke luar negeri, persyaratan dan dokumen yang perlu dipersiapkan, kesiapan fisik dan mental, kemampuan bahasa, pemahaman budaya negara tujuan, serta kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja internasional.
“Peluang kerja di luar negeri semakin terbuka, termasuk bagi tenaga kesehatan dan tenaga terampil di sektor manufaktur. Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan kompetensi yang memadai serta pemahaman terhadap prosedur penempatan yang resmi. Pemerintah hadir untuk memastikan calon Pekerja Migran Indonesia memperoleh informasi dan pelindungan sejak sebelum bekerja hingga kembali ke Tanah Air,” ujar Mustaqim.
Pada sektor kesehatan, pelatihan jabatan caregiver di Poltekkes Kemenkes Palu diarahkan untuk meningkatkan keterampilan peserta sekaligus memberikan pemahaman mengenai karakteristik pekerjaan dan kebutuhan tenaga kerja di pasar internasional.
Direktur Poltekkes Kemenkes Palu, Nurjaya, mengatakan penguatan kompetensi dan wawasan global menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan pendidikan vokasi kesehatan.
“Kami ingin lulusan Poltekkes Kemenkes Palu tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki wawasan global dan kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja, termasuk peluang di luar negeri. Karena itu, sinergi dengan BP3MI menjadi sangat penting agar peserta memahami bagaimana bekerja secara profesional, aman, dan sesuai prosedur,” ungkap Nurjaya.
Sementara itu, pelatihan jabatan welder di SMK Negeri 3 Palu difokuskan pada peningkatan keterampilan peserta sekaligus memberikan wawasan mengenai peluang dan kebutuhan tenaga kerja terampil di tingkat internasional.
Kepala SMK Negeri 3 Palu, H. Hamka, menilai kolaborasi dengan BP3MI memberikan nilai tambah bagi peserta karena selain memperoleh peningkatan keterampilan, mereka juga mendapatkan informasi mengenai peluang kerja setelah menyelesaikan pelatihan.
“Pelatihan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka wawasan tentang peluang kerja yang lebih luas. Dengan adanya informasi mengenai pasar kerja global dan prosedur penempatan Pekerja Migran Indonesia, kami berharap kompetensi yang mereka miliki dapat menjadi bekal untuk bersaing, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” kata Hamka.
Selain menyampaikan materi mengenai tata kelola pelindungan dan mekanisme penempatan Pekerja Migran Indonesia, BP3MI Sulawesi Tengah juga memperkenalkan Program SMK Go Global. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi, kebutuhan dunia industri, dan peluang kerja internasional.
Program SMK Go Global diarahkan untuk meningkatkan kompetensi peserta melalui pelatihan dan sertifikasi, sekaligus membuka akses terhadap peluang penempatan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
Mustaqim menekankan bahwa kesiapan bekerja di luar negeri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis. Para calon pekerja migran juga perlu memiliki kesiapan fisik dan mental, kelengkapan dokumen, kemampuan bahasa serta pemahaman budaya negara tujuan, dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
“Empat hal tersebut harus menjadi perhatian sebelum seseorang bekerja ke luar negeri. Selain siap secara fisik dan mental, dokumen harus lengkap, kemampuan bahasa dan pemahaman budaya harus dipersiapkan, serta keterampilan dan kompetensi harus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan,” jelasnya.
Menurutnya, peningkatan kompetensi dan sertifikasi menjadi bagian penting dalam memastikan tenaga kerja mampu memenuhi standar yang dibutuhkan industri sekaligus meningkatkan daya saing di pasar kerja internasional.
Melalui sinergi dengan Poltekkes Kemenkes Palu dan SMK Negeri 3 Palu, BP3MI Sulawesi Tengah terus mendorong terbentuknya ekosistem pendidikan vokasi yang terhubung dengan kebutuhan pasar kerja. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, profesional, dan berdaya saing, sekaligus memahami pentingnya bekerja ke luar negeri melalui jalur yang aman, resmi, dan terlindungi.**(Humas BP3MI Sulawesi
Komentar
Posting Komentar