Siapkan SDM Kesehatan Berdaya Saing Global, BP3MI Sulawesi Tengah Jadi Narasumber PKKMB Poltekkes Palu
Palu, KP2MI (22/07) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Poltekkes Kemenkes Palu dengan mengusung tema "Mengenal Peluang Kerja Luar Negeri di Sektor Kesehatan", yang diselenggarakan pada, Selasa (21/7/2026) di Kampus Poltekkes Kemenkes Palu. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa baru Program Studi D3 Keperawatan sebagai upaya memberikan wawasan sejak dini mengenai peluang berkarier di luar negeri secara aman, legal, dan profesional.
Dalam pemaparannya, BP3MI Sulawesi Tengah membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai peluang kerja di sektor kesehatan di berbagai negara serta pentingnya mempersiapkan diri melalui konsep 5 SIAP, yakni Siap Dokumen, Siap Fisik, Siap Mental, Siap Kompetensi, dan Siap Visi, dan peningkatan kompetensi, kemampuan bahasa asing, serta sertifikasi keahlian. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa diharapkan siap menjadi Pekerja Migran Indonesia yang profesional, kompeten, terlindungi, dan mampu bersaing di pasar kerja global.
Mewakili Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Merli Nancy Riga, selaku Tim Pelindungan menyampaikan bahwa tenaga kesehatan Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk bekerja di luar negeri apabila dipersiapkan dengan baik sejak masih berada di bangku kuliah.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman kepada mahasiswa bahwa bekerja di luar negeri bukan hanya soal memperoleh penghasilan yang lebih baik, tetapi juga tentang kesiapan kompetensi, kelengkapan dokumen, kesehatan fisik, mental yang kuat, serta visi karier yang jelas. Dengan menerapkan prinsip 5 SIAP dan memahami konsep Migran Aman, kami berharap para mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan bahasa asing, memiliki sertifikasi keahlian yang sesuai standar internasional, serta mempersiapkan diri menjadi tenaga kesehatan yang profesional, berdaya saing, dan berangkat melalui prosedur yang aman serta sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang peserta, Amelia Putrianti Medina, mahasiswa baru Program Studi D3 Keperawatan Luwuk, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru melalui sosialisasi tersebut.
"Materi yang disampaikan sangat membuka wawasan kami mengenai peluang kerja di luar negeri, khususnya di sektor kesehatan. Saya jadi memahami bahwa untuk bisa bekerja di luar negeri tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga harus mempersiapkan dokumen, kompetensi, mental, dan berbagai persyaratan lainnya sejak sekarang. Semoga ilmu yang kami dapatkan hari ini menjadi bekal untuk merencanakan karier di masa depan," ungkapnya.
BP3MI Sulawesi Tengah berharap para mahasiswa baru semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri sejak dini serta memahami pentingnya mengikuti prosedur resmi dalam penempatan pekerja migran Indonesia. Edukasi sejak di lingkungan kampus diharapkan mampu melahirkan tenaga kesehatan yang kompeten, siap bersaing di tingkat internasional, memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global, serta memperoleh pelindungan optimal selama bekerja di luar negeri. **(Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)
Komentar
Posting Komentar