Palu, KP2MI (20/8) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Tahun 2026 dengan enam lembaga vokasi di Palu, Kamis (20/8).
Kerja sama tersebut ditujukan untuk memperkuat pelatihan dan kompetensi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
Enam lembaga vokasi yang terlibat yakni SMK Negeri 1 Palu, SMK Negeri 3 Palu, SMK Negeri 4 Palu, SMK Negeri 7 Palu, SMK Negeri Pariwisata Parigata Parigi, dan Poltekkes Kemenkes Palu.
Penandatanganan PKS juga menjadi bagian dari implementasi Program SMK Go Global yang membuka akses pelatihan vokasi dan peluang kerja luar negeri. Program tersebut tidak hanya menyasar lulusan SMK, tetapi juga masyarakat umum yang memenuhi persyaratan dan memiliki minat bekerja di luar negeri melalui jalur resmi.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum penguatan peran lembaga pelaksana dalam memastikan pelatihan berjalan sesuai standar dan petunjuk teknis. BP3MI Sulawesi Tengah memberikan penguatan terkait tugas dan tanggung jawab lembaga pelaksana, mulai dari kualitas pelatihan, administrasi, koordinasi, pelaporan, hingga pemenuhan ketentuan program.
Program SMK Go Global diarahkan untuk memperkuat peran pendidikan vokasi dalam menghubungkan kompetensi peserta dengan kebutuhan industri internasional. Sekolah vokasi menjadi salah satu pusat pelatihan yang dapat memberikan akses peningkatan keterampilan kepada lulusan SMK maupun masyarakat umum yang memenuhi persyaratan.
Kepala BP3MI Sulawesi Tengah Mustaqim mengatakan perluasan sasaran peserta menjadi bagian penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja di Sulawesi Tengah.
“SMK Go Global bukan hanya milik lulusan SMK. Program ini kami hadirkan juga untuk masyarakat umum yang ingin meningkatkan kompetensi dan memperoleh peluang kerja di luar negeri secara aman dan sesuai prosedur. Kami ingin membuka akses seluas-luasnya agar lebih banyak masyarakat memiliki kesempatan meraih pekerjaan yang layak melalui jalur resmi,” kata Mustaqim.
Menurut dia, penandatanganan PKS bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi menjadi komitmen bersama untuk menjaga kualitas pelatihan dan mendukung kesiapan CPMI sebelum bekerja di negara tujuan.
“Kami berharap kolaborasi ini melahirkan calon pekerja migran yang memiliki keterampilan, karakter profesional, dan kesiapan budaya sehingga mampu bekerja dengan baik sekaligus menjadi representasi positif Indonesia di dunia internasional,” ujar Mustaqim.
Sementara itu, perwakilan lembaga vokasi pelaksana, Nurjaya, mengatakan pihaknya siap mendukung program melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri global.
“Lembaga vokasi siap memberikan pelatihan yang tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga membentuk etos kerja, disiplin, kemampuan berbahasa, dan kesiapan peserta menghadapi lingkungan kerja internasional. Dengan terbukanya program bagi masyarakat umum, manfaatnya akan jauh lebih luas,” kata Nurjaya.
Setelah penandatanganan PKS, keenam lembaga pelaksana berkomitmen menjalankan pelatihan sesuai bidang, target, dan ketentuan Program Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Tahun 2026.
BP3MI Sulawesi Tengah selanjutnya melakukan pemantauan, koordinasi, dan evaluasi untuk memastikan pelaksanaan pelatihan berjalan sesuai standar dan prosedur.
Melalui kerja sama pemerintah, lembaga vokasi, dan dunia pendidikan, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan daya saing calon pekerja migran Indonesia sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja luar negeri melalui jalur resmi. *(Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)
Komentar
Posting Komentar