Palu, KP2MI (27/08) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah resmi memulai pelaksanaan Program SMK Go Global Batch 1 sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi generasi muda agar siap memasuki pasar kerja global.
Kegiatan Kick-off Program SMK Go Global dilaksanakan di Aula SMK Negeri 1 Palu, pada Rabu (26/8/2026). Setelah mengikuti rangkaian kegiatan Kick-off SMK Go Global yang diselenggarakan oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) secara daring. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Arniwaty Lamadjido, Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, para Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah, pimpinan lembaga vokasi, serta sejumlah mitra penempatan dan pelatihan.
Program SMK Go Global Batch 1 di Sulawesi Tengah diikuti oleh 120 peserta pelatihan, yaitu caregiver sebanyak 60 peserta, housekeeping sebanyak 40 peserta, dan welder sebanyak 20 peserta. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis, kemampuan bahasa, serta kesiapan kerja peserta sesuai dengan kebutuhan dunia kerja internasional.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Arniwaty Lamadjido, menyampaikan apresiasi dan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terhadap pelaksanaan Program SMK Go Global.
“Program SMK Go Global merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sulawesi Tengah agar memiliki kompetensi, keterampilan, dan kesiapan menghadapi persaingan kerja global. Kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, lembaga pelatihan, dunia usaha dan dunia industri menjadi kunci keberhasilan program ini,” kata Reny.
Wagub Reny juga berharap program tersebut mampu membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda Sulawesi Tengah untuk memperoleh kesempatan kerja yang berkualitas.
“Kami berharap dari program ini lahir tenaga kerja yang unggul, profesional, dan berdaya saing global, sehingga anak-anak Sulawesi Tengah mampu mengambil peluang kerja baik di tingkat nasional maupun internasional,” lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur secara simbolis menyerahkan perlengkapan pelatihan kepada 5 peserta kelas housekeeping sebagai tanda dimulainya pelaksanaan pelatihan SMK Go Global di Sulawesi Tengah.
Sementara itu, Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, menyampaikan bahwa Program SMK Go Global merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki daya saing untuk kebutuhan pasar kerja global.
“SMK Go Global hadir untuk memberikan kesempatan kepada para siswa dan lulusan SMK agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri global. Melalui program ini, kita tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan teknis, tetapi juga membangun kesiapan mental, disiplin, serta kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja internasional,” kata Mustaqim.
Mustaqim menambahkan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan dukungan dan sinergi dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, lembaga pelatihan, hingga mitra dunia usaha dan industri.
“Kami berharap seluruh pihak terus memperkuat kolaborasi agar pelaksanaan pelatihan berjalan optimal dan mampu menghasilkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten, profesional, serta memiliki peluang lebih besar untuk bekerja secara prosedural di luar negeri,” lanjutnya.
Program SMK Go Global secara nasional diawali dengan 167 kelas atau sebanyak 3.340 peserta yang akan bergerak menuju target 2.000 kelas atau 40.000 peserta. Program ini menjadi bagian dari strategi membangun jejaring global skilled workers dan pekerja migran Indonesia yang berkualitas.
Dengan dimulainya pelaksanaan Batch 1 di Sulawesi Tengah, BP3MI Sulawesi Tengah bersama seluruh pemangku kepentingan optimistis program ini menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi muda yang memiliki keterampilan unggul dan siap bersaing di pasar kerja global.
Kegiatan Kick-off Program SMK Go Global Sulawesi Tengah berlangsung dengan lancar dan menjadi momentum awal perjalanan peningkatan kapasitas tenaga kerja muda Sulawesi Tengah menuju kesempatan kerja yang lebih luas.* (Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)
Komentar
Posting Komentar