BP3MI Sulteng Bekali Peluang Kerja Luar Negeri pada Tujuh Ratus Tiga Puluh Sembilan Calon Wisudawan Poltekkes Kemenkes Palu
Palu, KP2MI (22/09) - Peluang kerja bagi tenaga kesehatan Indonesia di luar negeri menjadi perhatian dalam Kegiatan Penguatan Peluang Kerja ke Luar Negeri yang diselenggarakan Poltekkes Kemenkes Palu, Senin (21/9/2026). Sebanyak 739 calon wisudawan dan wisudawati mengikuti kegiatan tersebut untuk mendapatkan pemahaman mengenai peluang, persyaratan, serta mekanisme bekerja di luar negeri secara aman dan prosedural.
Dalam kegiatan tersebut, BP3MI Sulawesi Tengah hadir sebagai narasumber melalui Ketua Tim Pelindungan dan Pemberdayaan, Merli Nancy Riga, Ia menyampaikan materi bertajuk “Mengenal Peluang Kerja Luar Negeri di Sektor Kesehatan”.
Materi tersebut memberikan gambaran kepada para calon tenaga kesehatan mengenai peluang penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya pada sektor kesehatan, sekaligus membekali peserta dengan pemahaman mengenai persyaratan, skema penempatan, kesiapan kompetensi, serta pentingnya mengikuti proses migrasi yang aman dan sesuai prosedur.
Merli menjelaskan bahwa bekerja ke luar negeri perlu dipersiapkan secara matang, tidak hanya dari sisi kompetensi profesi, tetapi juga kemampuan bahasa, kesehatan fisik dan mental, kelengkapan dokumen, serta pemahaman terhadap mekanisme penempatan.
“Kami ingin calon tenaga kesehatan memahami bahwa bekerja ke luar negeri bukan hanya tentang mendapatkan pekerjaan, tetapi juga bagaimana mempersiapkan diri dan memastikan seluruh prosesnya dilakukan secara aman dan prosedural. Kompetensi yang dimiliki harus diikuti dengan pemahaman mengenai hak, kewajiban, serta mekanisme penempatan Pekerja Migran Indonesia,” ujar Merli.
Dalam pemaparannya, BP3MI Sulawesi Tengah juga menjelaskan perubahan paradigma dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menjadi Pekerja Migran Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017. Perubahan tersebut menegaskan posisi Pekerja Migran Indonesia sebagai subjek yang mendapatkan pelindungan negara sebelum bekerja, selama bekerja, hingga setelah bekerja.
Para peserta juga mendapatkan informasi mengenai persyaratan menjadi Pekerja Migran Indonesia, antara lain berusia minimal 18 tahun, memiliki kompetensi, sehat jasmani dan rohani, terdaftar serta memiliki nomor kepesertaan jaminan sosial, dan memenuhi kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan.
Selain itu, peserta diperkenalkan dengan sejumlah skema penempatan Pekerja Migran Indonesia, mulai dari Government to Government (G to G), Government to Private (G to P), Private to Private (P to P), penempatan untuk kepentingan perusahaan sendiri (UKPS), hingga penempatan perseorangan atau mandiri bagi pekerja profesional.
Bagi calon tenaga kesehatan, informasi tersebut menjadi bekal awal untuk melihat peluang karier secara lebih luas, termasuk peluang bekerja di luar negeri dengan tetap mengedepankan kesiapan kompetensi dan prosedur yang berlaku.
Salah satu peserta, Nirvana Agil, calon wisudawati Poltekkes Kemenkes Palu, menilai materi yang diberikan BP3MI Sulawesi Tengah memberikan wawasan baru mengenai peluang kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kegiatan ini membuka wawasan saya bahwa setelah lulus nanti ada peluang untuk bekerja di luar negeri, khususnya bagi tenaga kesehatan. Yang menarik, kami juga diberikan pemahaman bahwa untuk bekerja di luar negeri harus mempersiapkan kompetensi, bahasa, dokumen, dan mengikuti prosedur yang benar,” kata Nirvana.
Menurut Nirvana, informasi mengenai mekanisme penempatan dan pelindungan PMI juga penting bagi calon lulusan agar tidak hanya berorientasi pada peluang pekerjaan, tetapi memahami proses yang harus ditempuh sebelum bekerja di luar negeri.
“Saya berharap informasi seperti ini terus diberikan kepada mahasiswa dan calon tenaga kesehatan, sehingga kami bisa mempersiapkan diri lebih awal dan mengetahui jalur yang aman apabila nantinya ingin bekerja di luar negeri,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, BP3MI Sulawesi Tengah turut memperkenalkan Program SMK Go Global sebagai salah satu upaya peningkatan kompetensi dan kesiapan lulusan vokasi untuk mengakses peluang kerja luar negeri secara aman dan prosedural.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para calon wisudawan dan wisudawati berkesempatan menggali informasi lebih jauh mengenai peluang kerja di luar negeri, persyaratan menjadi Pekerja Migran Indonesia, hingga mekanisme penempatan yang dapat ditempuh.
Melalui kegiatan ini, BP3MI Sulawesi Tengah mendorong calon tenaga kesehatan untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi kompetensi, kemampuan bahasa, kesehatan fisik dan mental, maupun kelengkapan dokumen.
Pemahaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi lulusan Poltekkes Kemenkes Palu dalam menentukan langkah karier, termasuk apabila memilih untuk mengembangkan profesi di luar negeri melalui jalur penempatan Pekerja Migran Indonesia yang aman, resmi, dan sesuai ketentuan, **(Humas/ BP3MI Sulawesi Tengah).
Komentar
Posting Komentar