Dua Hari, Dua Kompetensi: BP3MI Sulawesi Tengah Pastikan Peserta SMK Go Global Siap Bersaing di Pasar Kerja Internasional

 


Palu, KP2MI (18/9) - Upaya menyiapkan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja internasional terus dilakukan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah melalui Program SMK Go Global.

Selama dua hari pada 17-18 September 2026, BP3MI Sulawesi Tengah melaksanakan monitoring Uji Kompetensi dan Sertifikasi Teknis bagi peserta Program SMK Go Global dengan dua bidang kompetensi berbeda, yakni housekeeping di SMK Negeri 1 Palu pada 17 September dan Manufaktur (welder) di SMK Negeri 3 Palu pada Jumat (18/9/2026).

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan melalui pelatihan, tetapi juga memperoleh pengakuan kompetensi melalui proses sertifikasi yang mengacu pada standar yang telah ditetapkan.

Pada hari pertama, Kamis (17/9/2026), monitoring dilaksanakan pada Uji Kompetensi dan Sertifikasi Teknis Housekeeping di SMK Negeri 1 Palu. Kegiatan diikuti peserta yang dipersiapkan untuk memiliki keterampilan di sektor hospitality, khususnya pada jabatan housekeeping.

Proses asesmen dilaksanakan oleh penguji/asesor kompetensi dari LSP Rajawali yang telah terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Penilaian dilakukan terhadap pengetahuan, keterampilan teknis, serta sikap kerja peserta melalui berbagai praktik pekerjaan housekeeping yang mengacu pada standar operasional industri hospitality.

Plt. Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Edy Dwi Arianto, yang turut melakukan monitoring, memberikan motivasi kepada peserta agar mengikuti seluruh tahapan asesmen dengan sungguh-sungguh. Ia menekankan bahwa kompetensi teknis perlu diiringi dengan disiplin, etos kerja, tanggung jawab, dan profesionalitas sebagai bekal menghadapi dunia kerja internasional.

Asesor LSP Rajawali, Herlin Sulstyawati, menekankan bahwa proses sertifikasi menjadi tahapan penting untuk memastikan kemampuan peserta sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan.

“Melalui proses asesmen ini, kami melihat secara langsung kemampuan peserta, baik dari keterampilan teknis, pengetahuan maupun sikap kerja. Sertifikasi menjadi bagian penting untuk memberikan pengakuan terhadap kompetensi yang telah mereka miliki,” ujar Herlin.

Memasuki hari kedua, Jumat (18/9/2026), kegiatan berlanjut di Workshop Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam SMK Negeri 3 Palu melalui Uji Kompetensi dan Sertifikasi Teknis Manufaktur, khususnya bidang welder.

Uji kompetensi melibatkan dua asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi Pekerja Migran Industri Manufaktur, yakni Direktur LSP sekaligus Asesor Erra Prasetiani dan asesor Doni.

Berbeda dengan bidang Housekeeping, peserta pada bidang welder diuji melalui praktik pengelasan dengan penilaian yang mencakup kemampuan teknis, penggunaan peralatan, ketepatan prosedur kerja, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta kualitas hasil pekerjaan.

Selama proses asesmen, peserta diberikan kesempatan melakukan perbaikan apabila terdapat bagian pekerjaan yang belum memenuhi standar, sesuai mekanisme sertifikasi yang diterapkan.

Erra Prasetiani mengatakan, proses sertifikasi tidak hanya melihat hasil akhir pekerjaan peserta, tetapi juga bagaimana peserta menerapkan prosedur kerja dan aspek keselamatan selama proses pengujian.

“Kompetensi seorang welder tidak hanya dilihat dari hasil pengelasannya, tetapi juga dari bagaimana prosedur kerja dilakukan, penggunaan peralatan dan penerapan K3. Hal-hal tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan peserta benar-benar memiliki kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja,” jelas Erra.

Tim Pengawasan Program SMK Go Global BP3MI Sulawesi Tengah juga melakukan komunikasi langsung dengan asesor dan peserta untuk memastikan pelaksanaan asesmen berlangsung sesuai mekanisme. Peserta diberikan penguatan agar mengikuti proses pengujian dengan tenang, teliti, percaya diri, serta tetap mengutamakan prosedur kerja dan keselamatan.

Pelaksanaan dua bidang sertifikasi tersebut menunjukkan bahwa Program SMK Go Global tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada kesiapan peserta untuk memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.

Melalui sinergi BP3MI Sulawesi Tengah, SMK Negeri 1 Palu, SMK Negeri 3 Palu, LSP Rajawali, dan LSP Pekerja Migran Industri Manufaktur, peserta memperoleh kesempatan untuk menguji sekaligus mengukur kompetensi yang telah diperoleh selama proses pelatihan.

Bagi BP3MI Sulawesi Tengah, sertifikasi kompetensi merupakan salah satu bagian dari rangkaian persiapan CPMI sebelum memasuki tahapan berikutnya. Setelah proses sertifikasi, peserta akan terus didampingi dalam mempersiapkan kemampuan bahasa asing, pemenuhan persyaratan administrasi, proses penempatan, hingga pemberangkatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pelaksanaan monitoring selama dua hari tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa persiapan menuju pasar kerja internasional dimulai dari bangku pendidikan, melalui keterampilan yang terukur, sertifikasi yang diakui, serta pendampingan yang berkelanjutan.

Dengan demikian, Program SMK Go Global di Sulawesi Tengah diharapkan dapat terus memperkuat kesiapan lulusan SMK untuk memiliki kompetensi, profesionalitas, dan daya saing dalam menghadapi peluang kerja, termasuk di sektor hospitality dan manufaktur di luar negeri.* (Humas BP3MI Sulawesi Tengah)


Komentar