Palu, KP2MI (16/09/2026) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah melaksanakan sosialisasi pembuatan akun Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) bagi peserta Pelatihan Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan Pekerja Migran Indonesia sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Program SMK Go Global.
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, 14–15 September 2026, di tiga lembaga vokasi, yakni SMKN 1 Palu, SMKN 3 Palu, dan SMKN Pariwisata Parigata Parigi.
Pada hari pertama, Senin (14/09), sosialisasi dilaksanakan di SMKN 1 Palu dengan narasumber Alberth Imanuel Tangdialla, selaku Ketua Tim Penempatan BP3MI Sulawesi Tengah. Selanjutnya, pada Selasa (15/09), kegiatan dilanjutkan di SMKN 3 Palu yang kembali disampaikan oleh Alberth. Pada hari yang sama, sosialisasi juga dilaksanakan di SMKN Pariwisata Parigata Parigi dengan narasumber Krissandy, selaku Anggota Tim Penempatan BP3MI Sulawesi Tengah.
Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya memiliki akun SISKOP2MI sebagai bagian dari proses pelindungan dan pelayanan penempatan Pekerja Migran secara resmi. Para peserta juga mendapatkan pendampingan dalam tahapan pembuatan akun, pengisian data, serta pemanfaatan SISKOP2MI sebagai salah satu sarana untuk mendukung kesiapan mereka apabila nantinya bekerja ke luar negeri melalui prosedur resmi.
Alberth Imanuel Tangdialla mengatakan, pembuatan akun SISKOP2MI menjadi salah satu langkah penting bagi peserta pelatihan untuk mulai mengenal proses penempatan Pekerja Migran Indonesia secara resmi sekaligus memastikan data calon Pekerja Migran tercatat dalam sistem.
“Melalui sosialisasi ini kami ingin memastikan peserta SMK Go Global tidak hanya mendapatkan keterampilan sesuai bidangnya, tetapi juga memahami proses penempatan Pekerja Migran secara resmi. Pembuatan akun SISKOP2MI merupakan salah satu langkah awal yang penting agar peserta memiliki akses terhadap layanan dan informasi penempatan Pekerja Migran,” ujar Alberth.
Menurutnya, pemahaman mengenai prosedur penempatan sejak masih berada di bangku pendidikan diharapkan dapat membentuk kesiapan peserta untuk menjadi calon Pekerja Migran yang kompeten, mandiri, dan terlindungi.
Sementara itu, Krissandy menjelaskan bahwa peserta perlu memahami penggunaan SISKOP2MI sejak awal sebagai bagian dari persiapan sebelum bekerja ke luar negeri.
“Kami memberikan pendampingan secara langsung agar peserta memahami bagaimana membuat akun SISKOP2MI dan mengisi data dengan benar. Harapannya, mereka tidak hanya siap dari sisi keterampilan kerja, tetapi juga memahami administrasi dan prosedur resmi untuk menjadi Pekerja Migran,” jelas Krissandy.
Kepala SMKN Pariwisata Parigata Parigi, Rahmania, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, pembekalan mengenai SISKOP2MI memberikan pengetahuan tambahan yang penting bagi peserta didik yang mengikuti Program SMK Go Global.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini karena anak-anak mendapatkan pemahaman langsung mengenai proses menjadi Pekerja Migran yang resmi dan terlindungi. Ini menjadi bekal penting bagi mereka, khususnya bagi peserta yang memiliki rencana untuk bekerja di luar negeri setelah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan,” kata Rahmania.
Hal senada disampaikan Abdul Hafid selaku Penanggung Jawab kegiatan di SMKN 1 Palu. Ia menilai sosialisasi SISKOP2MI menjadi bagian penting dalam mempersiapkan peserta agar memahami proses penempatan Pekerja Migran sejak dini.
“Kegiatan ini sangat membantu peserta karena mereka mendapatkan informasi langsung dari BP3MI mengenai SISKOP2MI. Kami berharap setelah mengikuti sosialisasi ini, peserta dapat memahami pentingnya mengikuti prosedur resmi dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum bekerja ke luar negeri,” ujar Abdul Hafid.
Pelaksanaan sosialisasi pembuatan akun SISKOP2MI di tiga lembaga vokasi tersebut menjadi bagian dari sinergi BP3MI Sulawesi Tengah dengan lembaga vokasi dalam mendukung Program SMK Go Global. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memiliki kesiapan yang lebih komprehensif, baik dari sisi kompetensi, administrasi, maupun pemahaman mengenai prosedur penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia secara resmi.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat komitmen BP3MI Sulawesi Tengah dalam mendorong terwujudnya calon Pekerja Migran yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja global, dengan tetap mengedepankan prinsip penempatan yang aman, prosedural, dan terlindungi.**(Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)
Komentar
Posting Komentar