Inspektorat KP2MI/BP2MI Monitoring Pelaksanaan SMK Go Global di Palu

 

Palu, KP2MI (23/9) – Inspektorat KP2MI/BP2MI bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah melakukan monitoring pelaksanaan Program SMK Go Global di SMK Negeri 4 Palu dan Poltekkes Kemenkes Palu pada 22–23 September 2026. Monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tahapan sekaligus melihat kesiapan peserta dan lembaga penyelenggara.

Monitoring dihadiri Inspektur III Inspektorat KP2MI/BP2MI Servulus Bobo Riti bersama tim dan jajaran BP3MI Sulawesi Tengah. Aspek yang dipantau meliputi proses pelatihan, administrasi, sarana dan prasarana, kesiapan peserta, serta pendampingan yang diberikan oleh lembaga penyelenggara.

Di SMK Negeri 4 Palu, tim diterima Kepala SMK Negeri 4 Palu Yoas M. Arung Lallo beserta jajaran. Pihak sekolah menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Program SMK Go Global, termasuk dalam memberikan pendampingan kepada siswa selama mengikuti pembekalan.

“Program SMK Go Global ini menjadi kesempatan yang baik bagi siswa kami untuk mendapatkan pembekalan dan pengalaman yang lebih luas, khususnya terkait persiapan untuk bekerja ke luar negeri. Kami berkomitmen mendukung pelaksanaan program ini dan memastikan siswa mengikuti pelatihan dengan baik serta mendapatkan pendampingan selama kegiatan berlangsung,” ujar Yoas.

Berdasarkan hasil monitoring, pelaksanaan program di SMK Negeri 4 Palu secara umum berjalan sesuai tahapan yang direncanakan dengan dukungan fasilitas dan pendampingan peserta. Tim juga meninjau Pondok Metro Homestay di Jalan Anoa, Kota Palu, untuk melihat kondisi tempat tinggal, keamanan, fasilitas, dan kenyamanan peserta.

“Kami melihat pelaksanaan Program SMK Go Global di SMK Negeri 4 Palu sudah berjalan dengan baik. Kami mengapresiasi pihak sekolah yang sudah mendukung kegiatan ini, termasuk dalam hal fasilitas dan pendampingan peserta. Harapannya, apa yang didapatkan peserta selama program ini bisa menjadi bekal bagi mereka untuk bekerja ke luar negeri dengan baik dan melalui prosedur yang benar,” ujar Servulus.
Rangkaian monitoring kemudian dilanjutkan di Poltekkes Kemenkes Palu. Dalam pertemuan bersama Direktur Poltekkes Kemenkes Palu Nurjaya, Wakil Direktur III Metrys Ndama beserta jajaran, dibahas komitmen lembaga dalam mendorong lulusan memanfaatkan peluang kerja di luar negeri, khususnya pada sektor kesehatan sebagai caregiver.

“Poltekkes Kemenkes Palu berkomitmen untuk mendorong lulusan agar dapat memanfaatkan peluang kerja di luar negeri, khususnya di sektor kesehatan. Keterlibatan kami dalam Program SMK Go Global menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi dengan KP2MI/BP2MI dan BP3MI Sulawesi Tengah dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi dan daya saing di pasar kerja internasional,” ujar Nurjaya.

Metrys yang juga menjadi PIC Program SMK Go Global menyampaikan perlunya penguatan kompetensi bahasa asing. Salah satu masukan yang disampaikan adalah pengembangan pelatihan Bahasa Jepang, mengingat adanya minat mahasiswa dan alumni terhadap peluang kerja di Jepang.
“Minat mahasiswa dan alumni untuk bekerja di Jepang cukup baik. Karena itu, kami berharap penguatan bahasa Jepang dapat dipertimbangkan dalam pengembangan program ke depan, sehingga peserta tidak hanya memiliki kompetensi di bidang kesehatan, tetapi juga lebih siap memenuhi persyaratan dan berkomunikasi di negara tujuan,” ujar Metrys.

Menanggapi hal tersebut, Servulus mengapresiasi dukungan Poltekkes Kemenkes Palu dan mendorong penguatan kerja sama dalam menyiapkan calon pekerja migran yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja.

“Kerja sama dengan lembaga pendidikan seperti Poltekkes Kemenkes Palu sangat penting dalam menyiapkan calon pekerja migran yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja. Kami berharap kolaborasi ini terus diperkuat, terutama dalam mempersiapkan alumni yang ingin bekerja di luar negeri agar memiliki kompetensi yang baik, memahami prosedur, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja internasional,” ujar Servulus.
Tim selanjutnya meninjau pelaksanaan pelatihan caregiver di Kampus II Poltekkes Kemenkes Palu. Peninjauan meliputi proses pembelajaran, aktivitas peserta, sarana dan prasarana, serta kondisi asrama yang menjadi tempat tinggal peserta.

Hasil monitoring di kedua lembaga tersebut menjadi bahan evaluasi untuk penguatan Program SMK Go Global, khususnya dalam peningkatan kualitas pelatihan, penguatan kompetensi bahasa asing, kesiapan peserta, serta sinergi antara KP2MI/BP2MI, BP3MI Sulawesi Tengah, dan lembaga vokasi penyelenggara.

Melalui monitoring tersebut, Inspektorat KP2MI/BP2MI bersama BP3MI Sulawesi Tengah mendorong pelaksanaan Program SMK Go Global berjalan sesuai ketentuan sekaligus memberikan pembekalan yang relevan bagi peserta dalam mempersiapkan diri menghadapi peluang kerja di luar negeri secara aman, prosedural, profesional, dan berdaya saing.**(Humas BP3MI Sulawesi Tengah)

Komentar