Kembali ke Pelukan Keluarga, BP3MI Sulawesi Tengah Fasilitasi Kepulangan Pekerja Migran Asal Parigi dari Oman

 


Palu, KP2MI (5/9) — Setelah melewati perjalanan panjang di negeri orang, Niki Sri Indah, Pekerja Migran Indonesia asal Desa Donggulu Selatan, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi, Sulawesi Tengah, akhirnya kembali ke tanah kelahirannya setelah dipulangkan dari Oman, Sabtu (5/9/2026).

Kepulangan Niki menjadi momen yang penuh kelegaan bagi keluarga. Setelah menyelesaikan proses pemulangan dari Oman, Niki difasilitasi untuk kembali ke Indonesia dan melanjutkan perjalanan hingga ke kampung halamannya di Desa Donggulu Selatan.

Proses pemulangan tersebut turut melibatkan koordinasi antara Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten dan BP3MI Sulawesi Tengah. Pada 5 September 2026, BP3MI Banten menyampaikan Nota Dinas Nomor ND. 1217/03/PP.01/IX/2026 terkait informasi pemulangan Niki Sri Indah, PMI asal Sulawesi Tengah.

BP3MI Banten kemudian memfasilitasi perjalanan Niki menuju Palu menggunakan maskapai Super Airjet IU254. Pesawat berangkat dari Banten pada pukul 06.00 WIB dan tiba di Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu sekitar pukul 09.30 WITA.

Setibanya di Palu, perjalanan Niki belum berhenti. BP3MI Sulawesi Tengah kembali memberikan fasilitasi dengan mengantarkannya menuju daerah asal di Desa Donggulu Selatan, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi. Sesampainya di rumah, Niki diserahterimakan kepada ayah kandungnya, Awidin, dengan disaksikan langsung oleh Sekretaris Desa Donggulu Selatan, Asdik A Dg. Malotjo.

Tim Pelindungan BP3MI Sulawesi Tengah, Dolvie Trie Bagus Arafah, mengatakan bahwa fasilitasi hingga ke daerah asal merupakan bagian dari upaya memastikan Pekerja Migran Indonesia dapat kembali dengan aman dan bertemu keluarganya.

“Kami memastikan proses pemulangan Pekerja Migran Indonesia tidak hanya sampai di bandara, tetapi juga difasilitasi hingga ke daerah asal dan diserahterimakan kepada pihak keluarga. Ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan pelindungan kepada pekerja migran Indonesia,” ujar Dolvie.

Bagi Awidin, kepulangan sang anak dari Oman menjadi sebuah kelegaan yang sulit digambarkan.

“Saya sangat bersyukur anak saya sudah kembali. Sebagai orang tua tentu kami merasa lega dan bahagia bisa melihat anak kembali berkumpul dengan keluarga,” ungkap Awidin.

Kepulangan Niki Sri Indah dari Oman menjadi gambaran bahwa proses pelindungan Pekerja Migran Indonesia tidak berhenti ketika seorang pekerja migran menghadapi persoalan di luar negeri. Melalui koordinasi dan fasilitasi antarlembaga, proses pemulangan dilakukan secara bertahap hingga Pekerja Migran Indonesia dapat kembali ke daerah asal dan diserahkan langsung kepada keluarga.

Bagi Niki, perjalanan pulang itu bukan sekadar perjalanan dari Oman menuju Palu, namun menjadi perjalanan menuju rumah, tempat keluarga menunggu dan menjadi ruang untuk kembali menata kehidupan setelah melewati pengalaman di negeri orang.

Melalui fasilitasi tersebut, BP3MI Sulawesi Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam memastikan Pekerja Migran Indonesia yang membutuhkan pelindungan dapat kembali ke tanah air dengan aman, sekaligus memastikan proses kepulangan berakhir di tengah keluarga.** (Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)


Komentar