Siapkan Talenta Hospitality ke Dunia Global, BP3MI Sulteng Bekali CPMI SMK Negeri 1 Palu

 


Palu, KP2MI (16/09) - Peluang bekerja di industri hospitality internasional tidak cukup hanya bermodal ijazah. Keterampilan yang sesuai dengan standar industri, kemampuan beradaptasi, disiplin, serta etos kerja menjadi bekal penting yang perlu dipersiapkan sejak bangku sekolah.

Semangat tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) sektor Hospitality pada jabatan Housekeeping di SMK Negeri 1 Palu dalam rangka mendukung Program SMK Go Global.

Setelah mengikuti rangkaian pelatihan, para peserta kini memiliki tambahan bekal untuk melangkah ke tahapan berikutnya dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja internasional. Penutupan pelatihan dilaksanakan di Aula Edotel SMK Negeri 1 Palu, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Kepala BP3MI Sulawesi Tengah Edy Dwi Arianto, Pejabat Fungsional Pembina SMK yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Uriani Hasan, serta Kepala SMK Negeri 1 Palu Misran.

Bagi BP3MI Sulawesi Tengah, program ini bukan sekadar pelatihan keterampilan, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesiapan calon pekerja migran sejak dari lingkungan pendidikan. Dengan demikian, lulusan SMK memiliki pilihan dan akses terhadap peluang kerja internasional melalui jalur yang sesuai prosedur.

Plt. Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Edy Dwi Arianto, mengapresiasi SMK Negeri 1 Palu yang telah menjadi mitra strategis dalam mendukung Program SMK Go Global di Sulawesi Tengah.

“Program SMK Go Global menjadi salah satu langkah penting untuk mempersiapkan generasi muda Sulawesi Tengah agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja internasional. Kami mengapresiasi SMK Negeri 1 Palu yang telah bersama-sama menyiapkan peserta, tidak hanya dari sisi keterampilan, tetapi juga kesiapan mereka untuk memasuki tahapan selanjutnya,” ujar Edy.

Menurutnya, kompetensi yang dimiliki peserta perlu dibarengi dengan kesiapan mental dan karakter kerja yang baik. Hal tersebut penting karena calon pekerja migran akan membawa nama pribadi, keluarga, daerah, dan Indonesia ketika bekerja di negara tujuan.

“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada sertifikat. Yang lebih penting adalah bagaimana kompetensi yang diperoleh benar-benar menjadi bekal bagi peserta untuk memasuki dunia kerja. Kami juga mendorong agar peserta terus mempersiapkan diri, baik melalui uji kompetensi, peningkatan kemampuan bahasa, maupun memahami seluruh proses penempatan secara prosedural,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Palu, Misran, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut dirancang dengan memperhatikan kebutuhan dunia industri. Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi salah satu kunci agar kompetensi yang diberikan kepada peserta tetap relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.

“Kami ingin memastikan bahwa peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi mendapatkan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh dunia industri. Karena itu, kurikulum pelatihan dikembangkan melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri dengan memperhatikan standar yang dibutuhkan, termasuk untuk peluang kerja di luar negeri,” jelas Misran.

Ia menambahkan, keterlibatan SMK Negeri 1 Palu dalam Program SMK Go Global menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan dan peluang bagi lulusan, khususnya bagi mereka yang memiliki minat untuk berkarier di sektor hospitality.

“Kami berharap apa yang diperoleh peserta selama pelatihan dapat menjadi bekal untuk terus mengembangkan diri. Dunia kerja terus berkembang dan lulusan SMK harus memiliki keberanian, keterampilan, serta kemauan untuk terus belajar agar mampu bersaing,” tuturnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah. Mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Pejabat Fungsional Pembina SMK, Uriani Hasan, menilai sinergi antara BP3MI dan satuan pendidikan merupakan langkah strategis dalam membuka wawasan sekaligus mempersiapkan lulusan SMK menghadapi pasar kerja global.

Menurutnya, kemampuan teknis perlu berjalan beriringan dengan karakter dan etika kerja.

“Ketika bekerja di industri internasional, peserta tidak hanya membawa keterampilan, tetapi juga membawa nama daerah dan bangsa. Karena itu, etos kerja, disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan profesionalitas harus menjadi bagian dari diri setiap peserta,” kata Uriani.

Pesan tersebut mendapat perhatian dari peserta pelatihan. Mewakili peserta, Findra Anggraini menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti pelatihan.

Bagi para peserta, pelatihan ini menjadi salah satu langkah awal untuk mengenal lebih dekat tuntutan pekerjaan di sektor hospitality sekaligus mempersiapkan diri menghadapi proses berikutnya.

“Kami berterima kasih karena telah diberikan kesempatan mengikuti pelatihan ini. Kami berharap setelah pelatihan ini tetap mendapatkan pendampingan, baik untuk uji kompetensi, pelatihan bahasa, proses penempatan maupun sampai pemberangkatan,” ujar Findra.

Program SMK Go Global di Sulawesi Tengah diharapkan dapat terus berkembang melalui kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, dan dunia industri. Dengan penguatan kompetensi sejak bangku sekolah, lulusan SMK diharapkan memiliki lebih banyak pilihan untuk mengembangkan karier, termasuk memanfaatkan peluang kerja di luar negeri melalui jalur yang aman dan sesuai prosedur.

Penutupan pelatihan ditandai dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada peserta, pemberian piagam penghargaan kepada empat peserta terbaik, serta foto bersama.

Dari ruang kelas dan praktik housekeeping di SMK Negeri 1 Palu, langkah menuju dunia kerja internasional pun mulai dipersiapkan.**(Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)

Komentar