Parigi Moutong, KP2MI (22/09) - Upaya menyiapkan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Sulawesi Tengah yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja terus diperkuat melalui Program SMK Go Global. Hal tersebut ditandai dengan penutupan Pelatihan dan Sertifikasi Hospitality (Housekeeping) sekaligus Monitoring Uji Kompetensi dan Sertifikasi Teknis Housekeeping bagi CPMI di SMK Negeri Pariwisata Parigata Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, pada Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Program SMK Go Global yang diarahkan untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan, serta kesiapan siswa dan CPMI agar memiliki kemampuan kerja sesuai kebutuhan dunia industri, khususnya pada sektor hospitality bidang housekeeping.
Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Firmanza, Plt. Kepala Seksi Peserta Didik Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Uriani Hasan, perwakilan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Parigi Moutong, PIC Program SMK Go Global BP3MI Sulawesi Tengah sekaligus Ketua Tim Penempatan dan Kelembagaan Alberth Imanuel Tangdialla, Kepala SMK Negeri Pariwisata Parigata Parigi, instruktur pelatihan, asesor sertifikasi kompetensi, serta para peserta.
Sebagai tahapan akhir pelatihan, peserta mengikuti Uji Kompetensi dan Sertifikasi Teknis Housekeeping untuk mengukur sekaligus memastikan penguasaan kompetensi yang telah diperoleh selama mengikuti pelatihan.
Proses asesmen melibatkan dua asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi Pekerja Migran Industri Manufaktur, yakni Erra Prasetiani selaku Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi sekaligus asesor dan Doni selaku asesor.
Dalam pelaksanaannya, asesmen dilakukan berdasarkan skema kompetensi Housekeeping dengan memperhatikan aspek pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan peserta dalam melaksanakan pekerjaan sesuai standar kompetensi yang dipersyaratkan.
PIC Program SMK Go Global BP3MI Sulawesi Tengah sekaligus Ketua Tim Penempatan dan Kelembagaan, Alberth Imanuel Tangdialla, mengatakan sertifikasi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan CPMI agar tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga memperoleh pengakuan atas kompetensi yang dimiliki.
“Program SMK Go Global ini menjadi salah satu upaya kita untuk mempersiapkan calon Pekerja Migran Indonesia sejak dari bangku sekolah. Melalui pelatihan dan sertifikasi, peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga memiliki bukti kompetensi yang dapat menjadi bekal dalam mempersiapkan diri menuju dunia kerja,” ujar Alberth.
Menurutnya, keterampilan yang dibangun melalui pelatihan harus berjalan beriringan dengan kesiapan peserta untuk mengikuti proses penempatan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap kompetensi yang telah diperoleh dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh peserta. Yang paling penting, ketika nantinya mereka masuk dalam proses penempatan, mereka sudah memiliki keterampilan, pemahaman, dan kesiapan yang lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza, menyampaikan bahwa Program SMK Go Global merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapan lulusan SMK menghadapi kebutuhan dunia kerja, termasuk peluang kerja di luar negeri.
“Kami ingin lulusan SMK tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga memiliki kompetensi yang diakui. Karena itu, pelatihan dan sertifikasi seperti ini menjadi penting agar peserta memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Firmanza.
Firmanza juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi yang terhubung dengan kebutuhan industri.
“Anak-anak kita harus dipersiapkan dengan keterampilan yang nyata, sehingga mereka memiliki kepercayaan diri dan daya saing ketika memasuki dunia kerja. Kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dunia industri, dan lembaga sertifikasi menjadi bagian penting dalam mewujudkan hal tersebut,” ujarnya.
Berdasarkan hasil monitoring BP3MI Sulawesi Tengah, pelaksanaan Uji Kompetensi dan Sertifikasi Teknis Housekeeping berlangsung dengan baik, tertib, dan sesuai tahapan asesmen yang telah ditetapkan. Para peserta mengikuti proses penilaian dengan menunjukkan kompetensi yang telah diperoleh selama mengikuti pelatihan.
Penutupan kegiatan sekaligus menandai berakhirnya rangkaian Pelatihan dan Sertifikasi Hospitality (Housekeeping) Program SMK Go Global di SMK Negeri Pariwisata Parigata Parigi.
Melalui kegiatan tersebut, BP3MI Sulawesi Tengah bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, SMK Negeri Pariwisata Parigata Parigi, instruktur, lembaga sertifikasi profesi, dan para peserta terus memperkuat sinergi dalam membangun sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki daya saing.
Sertifikasi yang diperoleh peserta diharapkan dapat menjadi salah satu modal dalam mempersiapkan diri menuju tahapan berikutnya sesuai mekanisme dan ketentuan penempatan Pekerja Migran Indonesia, sekaligus membuka wawasan bahwa peluang bekerja di luar negeri perlu dipersiapkan melalui kompetensi, prosedur yang benar, dan kesiapan yang matang, **(Humas/ BP3MI Sulteng).
Komentar
Posting Komentar