BP3MI Sulawesi Tengah Kawal Uji Kompetensi Caregiver Program SMK Go Global 2026

 


PALU - KP2MI (12/10) Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah melaksanakan monitoring Uji Kompetensi dan Sertifikasi Teknis Caregiver Batch I Program SMK Go Global Tahun 2026 di dua lokasi, yakni SMK Negeri 4 Palu pada Sabtu (10/10) dan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Palu pada Minggu (11/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan pelaksanaan sertifikasi kompetensi berjalan sesuai standar sekaligus mendukung penyiapan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang kompeten, profesional, dan berdaya saing di pasar kerja internasional.

Pelaksanaan uji kompetensi di SMK Negeri 4 Palu diikuti sebanyak 20 peserta didik yang merupakan bagian dari Program SMK Go Global Tahun 2026. Para peserta mengikuti tiga tahapan pengujian, meliputi ujian teori selama 90 menit, ujian praktik, dan wawancara individual. Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi menjadi dua kelompok yang masing masing terdiri atas 10 orang untuk mengikuti ujian teori dan praktik secara bergantian.

Sementara itu, pelaksanaan uji kompetensi diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Caregiver dengan melibatkan dua asesor, yakni Trisno Muldani dan Siti Komaryatun. Proses pengujian turut dipantau langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Edy Dwi Arianto, bersama Kepala SMK Negeri 4 Palu, Yoas M. Arung dan Wakil Direktur II Poltekkes Kemenkes Palu, Kadar.

Dalam pelaksanaannya, penilaian difokuskan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan teknis peserta di bidang caregiver, meliputi kemampuan pendampingan, perawatan, serta komunikasi yang diperlukan dalam memberikan pelayanan sesuai standar kompetensi yang ditetapkan.

Plt. Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Edy Dwi Arianto, menekankan pentingnya pelaksanaan uji kompetensi sebagai salah satu tahapan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.

"Melalui Program SMK Go Global, pemerintah berupaya mempersiapkan calon pekerja migran Indonesia yang memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja. Pelaksanaan uji kompetensi ini menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan peserta sebelum memasuki pasar kerja internasional, dengan tetap mengedepankan prosedur penempatan yang resmi serta aspek pelindungan pekerja migran Indonesia," ujar Edy.

Edy juga menegaskan bahwa peningkatan kompetensi perlu didukung melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan lembaga sertifikasi profesi agar pelaksanaan program dapat memberikan manfaat yang optimal bagi peserta.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala SMK Negeri 4 Palu, Yoas M. Arung, menyampaikan bahwa pelaksanaan sertifikasi kompetensi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas lulusan pendidikan vokasi, khususnya dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi kebutuhan dunia kerja.

"Sertifikasi kompetensi merupakan bentuk pengakuan terhadap kemampuan dan keterampilan yang dimiliki peserta didik. Melalui kegiatan ini, kami berharap lulusan SMK tidak hanya memiliki pengetahuan secara teori, tetapi juga keterampilan praktik yang sesuai dengan standar kompetensi sehingga mampu meningkatkan daya saing di dunia kerja, termasuk peluang kerja di luar negeri" ungkap Yoas.

Sementara itu, Wakil Direktur II Poltekkes Kemenkes Palu, Kadar, menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Program SMK Go Global sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pelayanan dan perawatan.

"Kami mendukung pelaksanaan Program SMK Go Global sebagai upaya bersama dalam mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten dan profesional. Sinergi antara lembaga pendidikan dan BP3MI Sulawesi Tengah diharapkan terus diperkuat untuk mendukung peningkatan keterampilan serta kesiapan calon pekerja migran Indonesia dalam menghadapi kebutuhan pasar kerja internasional" ujar Kadar.

Dari sisi pelaksanaan pengujian, asesor kompetensi Trisno Muldani menjelaskan bahwa proses asesmen dilakukan untuk mengukur kemampuan peserta secara menyeluruh melalui tahapan teori, praktik, dan wawancara.

"Penilaian dilakukan berdasarkan standar kompetensi yang telah ditetapkan, mencakup aspek pengetahuan, keterampilan praktik, serta kemampuan komunikasi dalam memberikan pelayanan perawatan. Melalui proses asesmen ini, kompetensi peserta dapat diukur secara objektif untuk menentukan kesesuaiannya dengan standar yang dipersyaratkan" jelas Trisno.

Melalui kegiatan monitoring tersebut, BP3MI Sulawesi Tengah memastikan pelaksanaan uji kompetensi dan sertifikasi teknis caregiver berjalan sesuai ketentuan serta mendukung peningkatan kualitas peserta Program SMK Go Global Tahun 2026.

BP3MI Sulawesi Tengah juga terus mendorong penguatan sinergi dengan lembaga pendidikan, lembaga sertifikasi profesi, dan pemangku kepentingan terkait dalam mendukung penyiapan calon pekerja migran Indonesia yang kompeten dan berdaya saing internasional, dengan tetap mengutamakan prinsip penempatan yang prosedural, aman, dan terlindungi.**(Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)

Komentar