BP3MI Sulawesi Tengah Matangkan Persiapan Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Program SMK Go Global Batch 2

 


Palu, KP2MI (15/10) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah melaksanakan pertemuan koordinasi dalam rangka mematangkan persiapan sertifikasi teknis dan verifikasi calon peserta Program SMK Go Global Batch 2 Tahun 2026 pada sektor Awak Kapal Perikanan (ABK–Fisherman) yang berlangsung di SMK Negeri 7 Palu, pada Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan pelaksanaan program dalam meningkatkan kompetensi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) agar mampu memenuhi kebutuhan dan standar kerja di luar negeri.

Koordinasi tersebut diterima langsung oleh Kepala SMK Negeri 7 Palu, Sunarto, didampingi Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) sekaligus Penanggung Jawab Program SMK Go Global SMK Negeri 7 Palu, Jaya Rahman. Sementara itu, BP3MI Sulawesi Tengah diwakili oleh Ketua Tim Penempatan dan Kelembagaan sekaligus Penanggung Jawab Program SMK Go Global, Alberth Imanuel Tangdialla, bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Program SMK Go Global, Maximilian, serta jajaran staf BP3MI Sulawesi Tengah.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah aspek penting dalam persiapan sertifikasi teknis, mulai dari penentuan jenis sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan kompetensi peserta, kesiapan penyelenggaraan, penyesuaian anggaran, hingga verifikasi data calon peserta yang akan mengikuti program.

Dalam pembahasan tersebut, terdapat sejumlah jenis sertifikasi yang menjadi pertimbangan, di antaranya Basic Safety Training (BST), Advanced Fire Fighting (AFF), Survival Craft and Rescue Boats (SCRB), serta sertifikasi spesialis lainnya. Penentuan jenis sertifikasi akan disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi sektor awak kapal perikanan serta ketentuan yang berlaku.

Ketua Tim Penempatan dan Kelembagaan BP3MI Sulawesi Tengah, Alberth Imanuel Tangdialla, menyampaikan bahwa koordinasi ini merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh tahapan persiapan sertifikasi dapat berjalan secara terencana, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan peserta.

"Melalui koordinasi ini, kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan sertifikasi teknis benar-benar sesuai dengan kebutuhan kompetensi calon pekerja migran Indonesia, khususnya pada sektor awak kapal perikanan. Persiapan yang matang, mulai dari penentuan jenis sertifikasi, kesiapan peserta, hingga dukungan teknis pelaksanaan, menjadi hal penting agar program ini dapat memberikan manfaat optimal dalam meningkatkan daya saing calon pekerja migran Indonesia di pasar kerja internasional," ujar Alberth.

Lebih lanjut, Alberth menekankan pentingnya sinergi antara BP3MI Sulawesi Tengah, pihak sekolah, dan lembaga penyedia layanan sertifikasi untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif serta tetap memperhatikan ketentuan dan standar kompetensi yang dipersyaratkan.

"Kami berharap seluruh pihak dapat terus memperkuat koordinasi sehingga pelaksanaan sertifikasi dapat berjalan sesuai jadwal yang direncanakan. Selain peningkatan keterampilan teknis, kami juga mendorong agar peserta memiliki pemahaman mengenai prosedur penempatan yang benar serta aspek pelindungan pekerja migran Indonesia sebelum memasuki dunia kerja di luar negeri," tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 7 Palu, Sunarto, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Program SMK Go Global sebagai salah satu upaya meningkatkan kesiapan lulusan pendidikan vokasi, khususnya pada bidang kemaritiman dan perikanan, dalam menghadapi peluang kerja internasional.

"Kami menyambut baik koordinasi yang dilakukan BP3MI Sulawesi Tengah dalam mempersiapkan sertifikasi teknis bagi calon peserta Program SMK Go Global Batch 2. Sertifikasi kompetensi menjadi salah satu bekal penting bagi lulusan SMK, khususnya pada sektor awak kapal perikanan, agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Kami berharap melalui program ini, peserta dapat memperoleh peningkatan kompetensi sekaligus membuka peluang untuk bekerja secara profesional di luar negeri," ungkap Sunarto.

Senada dengan hal tersebut, Ketua BKK sekaligus Penanggung Jawab Program SMK Go Global SMK Negeri 7 Palu, Jaya Rahman, menekankan pentingnya kesiapan administrasi dan verifikasi data calon peserta untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program.

"Dari pihak sekolah, kami akan terus berkoordinasi dengan BP3MI Sulawesi Tengah dalam mempersiapkan kebutuhan pelaksanaan program, termasuk memastikan kelengkapan data dan kesiapan calon peserta. Kami berharap seluruh tahapan persiapan dapat diselesaikan dengan baik sehingga peserta dapat mengikuti proses sertifikasi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan," jelas Jaya.

Selain membahas kesiapan peserta, koordinasi juga mencakup penyesuaian kebutuhan sertifikasi dengan alokasi anggaran yang tersedia. BP3MI Sulawesi Tengah bersama pihak terkait akan melakukan koordinasi lanjutan dengan penyedia layanan sertifikasi untuk memastikan kesesuaian jenis sertifikasi, durasi pelaksanaan, kebutuhan instruktur, ketersediaan fasilitas praktik, serta komponen pembiayaan yang diperlukan.

Pelaksanaan sertifikasi teknis sektor awak kapal perikanan tersebut direncanakan berlangsung pada awal November 2026, dengan tetap mempertimbangkan hasil koordinasi teknis dan kesiapan seluruh pihak yang terlibat.

Melalui kegiatan ini, BP3MI Sulawesi Tengah terus mendorong penguatan kolaborasi dengan satuan pendidikan dan pemangku kepentingan terkait dalam mendukung pelaksanaan Program SMK Go Global Tahun 2026. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan kompetensi calon pekerja migran Indonesia, khususnya pada sektor awak kapal perikanan, sehingga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional. ** (Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)

Komentar