BP3MI Sulawesi Tengah Memberikan Edukasi 200 Siswa dari 20 SMK di Kota Palu terkait Pentingnya Pelindungan dan Migrasi Aman melalui Program SMK Go Global
PALU - KP2MI (30/10) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah memberikan Edukasi terkait pentingnya Pelindungan dan Migran Aman dalam rangka mendukung Program SMK Go Global, Jumat (30/10/2026), bertempat di Aula SMK Negeri 2 Palu dan diikuti oleh 200 peserta yang berasal dari 20 SMK di Kota Palu.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Palu mengenai peluang kerja di luar negeri serta pentingnya mengikuti prosedur penempatan yang aman, resmi, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh Hernida Hi. Kone selaku Kepala SMK Negeri 2 Palu, Edy Dwi Arianto selaku Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Umar Hannase selaku Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sulawesi Tengah, Arfiani selaku Pimpinan Satpel PVP Palu, Fajrin, Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) Provinsi Sulawesi Tengah, serta staf BP3MI Sulawesi Tengah.
Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Edy Dwi Arianto, hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi Edukasi Pelindungan dan Migran Aman. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi, tahapan dan prosedur penempatan pekerja migran Indonesia, pemahaman mengenai hak dan kewajiban pekerja migran, serta langkah-langkah menghindari penempatan ilegal dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Dalam pemaparannya, Edy Dwi Arianto menekankan bahwa pemahaman mengenai prosedur penempatan dan aspek pelindungan merupakan bekal mendasar yang harus dimiliki setiap calon pekerja migran Indonesia sebelum memutuskan untuk bekerja di luar negeri.
“Melalui kegiatan Edukasi Pelindungan dan Migran Aman ini, kami ingin memastikan bahwa para peserta didik SMK memiliki pemahaman yang benar mengenai peluang bekerja di luar negeri. Bekerja ke luar negeri bukan hanya tentang memperoleh kesempatan kerja dan penghasilan, tetapi juga harus memperhatikan aspek keamanan dan pelindungan. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada para calon pekerja migran Indonesia agar selalu mengikuti prosedur resmi, memahami hak dan kewajibannya, serta tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan yang menjanjikan proses cepat tanpa kejelasan legalitas. Dengan demikian, mereka dapat bekerja di luar negeri secara aman, prosedural, dan terlindungi,” ungkap Edy.
Selain materi pelindungan, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya aspek pendukung kesiapan bekerja di luar negeri. Pimpinan Satpel PVP Palu, Arfiani, menyampaikan materi mengenai Peluang Kerja Luar Negeri yang membahas potensi kesempatan kerja di pasar internasional serta pentingnya kesiapan kompetensi dan keterampilan bagi calon pekerja migran Indonesia.
Dalam pemaparannya, Arfiani juga menekankan bahwa lulusan SMK memiliki kesempatan untuk mengembangkan karier di pasar kerja internasional sepanjang didukung oleh kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Peluang kerja di luar negeri terbuka bagi lulusan SMK yang memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja internasional. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan diri, baik dari segi keterampilan teknis, kemampuan berkomunikasi, penguasaan bahasa asing, maupun pemahaman terhadap budaya dan lingkungan kerja di negara tujuan. Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta dapat mulai mempersiapkan kompetensinya sejak di bangku sekolah sehingga mampu bersaing dan memanfaatkan peluang kerja luar negeri secara optimal,” jelas Arfiani.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sulawesi Tengah, Umar Hannase, juga membawakan materi terkait Literasi Keuangan bagi Pekerja Migran Muda. Materi tersebut menekankan pentingnya kemampuan mengelola penghasilan, merencanakan keuangan, serta membangun kebiasaan finansial yang baik sebelum maupun selama bekerja di luar negeri.
Umar Hannase menekankan bahwa kesiapan menjadi pekerja migran tidak hanya berkaitan dengan keterampilan dan kemampuan memperoleh penghasilan, tetapi juga harus disertai kecakapan dalam mengelola keuangan untuk masa depan.
“Selain memiliki keterampilan dan kesiapan untuk bekerja di luar negeri, generasi muda juga perlu dibekali dengan kemampuan mengelola keuangan. Penghasilan yang diperoleh selama bekerja harus direncanakan dan dimanfaatkan secara bijak, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, tetapi juga untuk membangun tabungan, investasi yang sesuai, serta mempersiapkan masa depan setelah kembali ke tanah air. Kami berharap para calon pekerja migran muda memiliki kesadaran finansial sejak dini agar pengalaman bekerja di luar negeri dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi diri sendiri maupun keluarga,” ungkap Umar.
Untuk memperdalam pemahaman peserta, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Melalui sesi tersebut, para peserta memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan menggali informasi lebih lanjut mengenai pelindungan pekerja migran, peluang kerja di luar negeri, serta berbagai persiapan yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk bekerja di luar negeri.
Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan BP3MI Sulawesi Tengah terhadap Program SMK Go Global melalui penguatan edukasi dan literasi migrasi aman di lingkungan pendidikan kejuruan. Dengan adanya kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya mengenali peluang kerja di pasar internasional, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai prosedur penempatan yang benar, kesiapan kompetensi, serta hak-hak yang melekat pada setiap pekerja migran Indonesia.
Melalui edukasi tersebut, BP3MI Sulawesi Tengah terus mendorong terciptanya calon pekerja migran Indonesia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan untuk bekerja di luar negeri secara prosedural, aman, dan terlindungi. **Humas BP3MI Sulawesi Tengah

Komentar
Posting Komentar