BP3MI Sulawesi Tengah Perkuat Sinergi Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak melalui Transformasi DRPPA ke BRI
Palu, KP2MI (2/10) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui partisipasi dalam rapat koordinasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak melalui Penguatan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) yang bertransformasi menjadi Ruang Bersama Indonesia (RBI), yang dilaksanakan di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (1/10/2026).
Rapat koordinasi tersebut menjadi ruang bersama bagi berbagai pihak untuk mengevaluasi perkembangan pelaksanaan program DRPPA di sejumlah wilayah, sekaligus membahas arah transformasi DRPPA menjadi RBI. Konsep RBI diarahkan untuk memperluas fungsi ruang pemberdayaan masyarakat yang inklusif, sekaligus memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui keterlibatan aktif masyarakat dan lintas sektor.
Dalam pembahasan, DP3A Provinsi Sulawesi Tengah turut mengidentifikasi berbagai tantangan dan capaian pelaksanaan DRPPA serta mendorong penguatan pendekatan yang lebih kolaboratif. Diskusi juga menyoroti pentingnya langkah-langkah preventif, edukasi ketahanan keluarga, serta peningkatan pemahaman masyarakat di tingkat desa, termasuk keluarga pekerja migran yang memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri dalam aspek perlindungan sosial.
Ketua Tim Pelindungan dan Pemberdayaan BP3MI Sulawesi Tengah, Merli Nancy Riga, menyampaikan bahwa BP3MI siap memperkuat kolaborasi dengan DP3A dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung program yang berorientasi pada perlindungan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya keluarga pekerja migran.
“BP3MI Sulawesi Tengah siap bersinergi dalam mendukung perluasan program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan indikator Ruang Bersama Indonesia, khususnya bagi keluarga pekerja migran. Upaya ini penting karena perlindungan pekerja migran tidak hanya menyangkut pekerjanya, tetapi juga keluarga dan anak yang ditinggalkan,” ujar Merli Nancy Riga.
Merli menjelaskan, komitmen tersebut telah diwujudkan BP3MI Sulawesi Tengah melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis desa. BP3MI telah mengembangkan program Desa Migran Emas (Desmigratif) di sejumlah wilayah kabupaten di Sulawesi Tengah, dengan fokus pada penguatan kapasitas masyarakat, perlindungan keluarga pekerja migran, serta pemberdayaan ekonomi perempuan. Melalui program tersebut, BP3MI melaksanakan sosialisasi dan pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pelatihan keterampilan, termasuk bidang kuliner bagi pelaku usaha yang telah menjalankan usaha, atau upskilling. Selain peningkatan kapasitas, BP3MI juga memberikan bantuan stimulan berupa peralatan usaha senilai Rp3.000.000 guna mendukung pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Dian selaku perwakilan DP3A Provinsi Sulawesi Tengah menekankan bahwa transformasi DRPPA menjadi RBI membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar upaya pencegahan kekerasan dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan.
“Transformasi dari Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak menuju Ruang Bersama Indonesia diharapkan dapat memperluas ruang kolaborasi dan partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, serta responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak. Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memastikan upaya pencegahan dan perlindungan dapat berjalan sampai ke tingkat desa,” ujar Dian.
Kolaborasi tersebut juga diperkuat melalui koordinasi BP3MI dengan berbagai instansi, di antaranya Dinas Ketenagakerjaan, Imigrasi, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta melalui pemanfaatan media sosial dan media informasi lainnya untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Rapat koordinasi ini menegaskan bahwa pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penanganan kasus, tetapi juga pada pencegahan, edukasi, ketahanan keluarga, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan lingkungan sosial. Bagi BP3MI Sulawesi Tengah, penguatan sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan keluarga pekerja migran turut memperoleh akses terhadap perlindungan sosial, ekonomi, dan informasi yang memadai.
Melalui sinergi antara BP3MI Sulawesi Tengah, DP3A, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, transformasi DRPPA menuju RBI diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem perlindungan perempuan dan anak hingga tingkat desa, sekaligus menciptakan masyarakat yang lebih aman, berdaya, inklusif, dan peduli terhadap kelompok rentan.* (Humas/BP3MI Sulawesi Tengah
Komentar
Posting Komentar