Hilang Kontak Lebih dari Sebulan di Jeddah, BP3MI Sulteng Tindak Lanjuti Pengaduan Keluarga Pekerja Migran Indonesia
Palu, KP2MI (12/10) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah menindaklanjuti pengaduan mengenai Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Atna, asal Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, yang dilaporkan tidak diketahui keberadaannya selama lebih dari satu bulan di Jeddah, Arab Saudi. Penelusuran awal dilakukan pada Kamis (8/10/2026).
Pengaduan tersebut diterima BP3MI Sulawesi Tengah melalui pesan WhatsApp dari seorang warga Kayumalue yang merupakan teman Atna pada Rabu (7/10/2026). Berdasarkan informasi awal, Atna telah bekerja di Arab Saudi selama sekitar 22 tahun dan diduga berangkat secara nonprosedural.
Menindaklanjuti pengaduan tersebut, Tim Pelindungan BP3MI Sulawesi Tengah menemui Mimiartin, kakak kandung Atna, untuk menghimpun keterangan keluarga mengenai kronologi kejadian dan informasi terakhir yang diterima.
Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum kehilangan kontak, Atna bersama kerabatnya diajak oleh majikannya menghadiri sebuah acara. Namun, Atna kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian di Jeddah untuk menjalani pemeriksaan. Keluarga menduga pemeriksaan tersebut berkaitan dengan tuduhan kehilangan emas milik majikan yang disebut terjadi sekitar dua bulan sebelumnya. Meski demikian, alasan pemeriksaan dan status Atna masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Keluarga juga memperoleh informasi bahwa Atna akan dibawa ke Tarhil, yang disebut sebagai tempat penampungan untuk proses keimigrasian dan pemulangan. Namun, hingga penelusuran awal dilakukan, keberadaan dan kondisi Atna belum dapat dipastikan.
Anggota Tim Pelindungan BP3MI Sulawesi Tengah, Dolvie Tri Bagus Arafah, menyampaikan bahwa keterangan keluarga menjadi bahan awal dalam proses penelusuran untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
“Fokus penelusuran awal ini adalah menghimpun kronologi dan informasi terakhir mengenai Atna agar tindak lanjut dapat dilakukan berdasarkan keterangan yang jelas. Informasi tentang keberadaan dan status yang bersangkutan masih perlu dikonfirmasi,” ujar Dolvie.
Sementara itu, Mimiartin menyampaikan bahwa keluarga berharap dapat segera memperoleh kepastian mengenai keberadaan dan kondisi adiknya. Terputusnya komunikasi selama lebih dari satu bulan membuat keluarga khawatir dan terus menantikan kabar mengenai Atna.
“Kami ingin mengetahui adik kami berada di mana dan bagaimana keadaannya. Sudah lebih dari satu bulan tidak ada kabar. Kami berharap ada bantuan agar keberadaan Atna bisa segera diketahui,” ungkap Mimiartin.
Penelusuran awal ini merupakan langkah BP3MI Sulawesi Tengah dalam menindaklanjuti pengaduan dan menghimpun informasi yang diperlukan untuk proses penanganan lebih lanjut. Melalui langkah tersebut, diharapkan informasi mengenai keberadaan dan kondisi Atna dapat segera diperoleh sehingga upaya pelindungan dan tindak lanjut sesuai kewenangan dapat dilakukan. **(Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)

Komentar
Posting Komentar