Perkuat Program SMK Go Global, BP3MI Sulteng dan Disnaker Sigi Bahas Pelatihan Hingga Penempatan CPMI

 


Palu, KP2MI (1/10) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah memperkuat sinergi dengan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sigi dalam mendukung Program SMK Go Global, khususnya dalam penguatan pelatihan kompetensi dan penempatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke luar negeri, Rabu (30/9/2026).

Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam pertemuan koordinasi antara BP3MI Sulawesi Tengah dengan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sigi. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya membangun keterhubungan antara program pelatihan kompetensi dengan peluang kerja di luar negeri, sehingga peserta yang telah mengikuti pelatihan memiliki jalur yang lebih jelas menuju proses penempatan.

Dalam pertemuan tersebut, Edy Dwi Arianto selaku Plt. Kepala BP3MI Sulawesi Tengah dan Febrianto Borman selaku Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sigi yang didampingi oleh Muin Mursalin selaku Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja membahas upaya penguatan Program SMK Go Global melalui keterlibatan pemerintah daerah, satuan pendidikan, lembaga pelatihan, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), serta pihak terkait lainnya dalam mempersiapkan calon tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan kesiapan untuk mengisi peluang kerja di pasar kerja luar negeri.

“Program SMK Go Global ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja luar negeri. Karena itu, yang perlu kita bangun bukan hanya pelatihannya, tetapi juga bagaimana peserta yang sudah memiliki kompetensi dapat memperoleh akses informasi, pendampingan, dan peluang penempatan yang sesuai dengan kompetensinya serta tetap melalui prosedur yang berlaku,” ujar Edy Dwi Arianto.

Optimalisasi peran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) juga menjadi salah satu fokus pembahasan. Sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi, SMK diharapkan dapat semakin memperkuat penyiapan calon tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk kebutuhan pasar kerja global.

Selain aspek pelatihan, pembahasan juga diarahkan pada tahapan setelah peserta menyelesaikan pelatihan, khususnya proses menuju penempatan sebagai CPMI. Tahapan tersebut membutuhkan dukungan yang dipersiapkan secara terencana agar peserta yang telah memiliki kompetensi dapat melanjutkan proses penempatan sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

“Setelah peserta mengikuti pelatihan, masih ada tahapan yang harus dipersiapkan menuju penempatan. Karena itu, kami membahas bersama Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sigi mengenai dukungan pembiayaan, baik melalui APBD maupun sumber pendanaan lainnya seperti CSR. Harapannya, peserta yang sudah memiliki kompetensi tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi dapat memiliki akses untuk melanjutkan ke proses penempatan secara prosedural,” tambahnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Febrianto Borman juga menyampaikan pentingnya sinergi lintas pihak dalam mendukung kesiapan tenaga kerja daerah menghadapi peluang kerja di luar negeri.

“Kami melihat Program SMK Go Global sebagai sebuah peluang untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja di Kabupaten Sigi agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, termasuk peluang kerja di luar negeri. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, BP3MI, SMK, lembaga pelatihan, dan pihak terkait lainnya perlu terus diperkuat,” ujarnya.

Dalam koordinasi tersebut, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sigi juga turut menyampaikan kemungkinan dukungan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun sumber pendanaan lainnya, termasuk Corporate Social Responsibility (CSR). Dukungan tersebut menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat keberlanjutan program, mulai dari pelatihan hingga tahapan penempatan CPMI.

“Kami juga membahas kemungkinan dukungan pembiayaan melalui APBD maupun sumber lainnya, termasuk CSR. Tentunya hal ini perlu dibahas dan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Kami berharap ada pola kerja sama yang dapat mendukung peserta mulai dari pelatihan sampai pada proses penempatan, sehingga kesempatan kerja ke luar negeri dapat dimanfaatkan oleh tenaga kerja asal Kabupaten Sigi secara baik dan sesuai prosedur,” lanjut Febrianto.

Selain dukungan pembiayaan, peluang kerja sama dengan P3MI juga menjadi bagian dari pembahasan. Kerja sama tersebut diarahkan untuk membuka peluang penempatan bagi peserta pelatihan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, kebutuhan negara tujuan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Melalui keterlibatan berbagai pihak, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh peningkatan kompetensi, tetapi juga mendapatkan informasi dan pendampingan mengenai tahapan penempatan, persyaratan dokumen, peluang kerja, proses rekrutmen, serta aspek pelindungan sebelum, selama, dan setelah bekerja di luar negeri.

Koordinasi antara BP3MI Sulawesi Tengah dan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sigi selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk merumuskan bentuk kerja sama serta dukungan pembiayaan yang dapat mendukung pelaksanaan Program SMK Go Global dan penempatan CPMI asal Kabupaten Sigi ke luar negeri secara prosedural.

Melalui sinergi tersebut, BP3MI Sulawesi Tengah bersama Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sigi terus mendorong terbentuknya ekosistem penempatan pekerja migran yang lebih terarah dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi, peningkatan kompetensi, dan peluang kerja di luar negeri. **(Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)

Komentar